Monday, October 30, 2006

Battala'???

Wooooooooooyyy!!! Battala' (Bahasa Makassar= gemuk; gendut; godé'; chubby; fat...) mu, Ty!

Begitu komentar Kak Ina dan orang-orang tercinta di Makassar begitu lihat
foto lebaranku bertiga dengan Iman dengan David. Hah?! Rupanya selama hampir 3 bulan ini, orang-orang rumah (di Datuk Ribandang, kota Makassar) tidak pernah mengikuti kabar-kabariku (apalagi lihat fotoku) sejak komputerku di sana "mati suri" kena virus beberapa waktu lalu (*kodooooong*). Jangankan mereka, saya saja ta'buccilla' (Bahasa Makassar = mata melotot) --kayak itu eh yang di film kartun, hee hee -- lihat diriku sendiri di foto itu. Iyo di'?! Se-battala' itu kah saya sekarang? Oédédéh...

Masih saya ingat waktu pertemuan rutin dengan Dr. Fauzia kurang lebih 4 minggu lalu. Saya mengeluh karena merasa "tidak kelihatan" seperti hamil karena merasa berat badanku tidak begitu banyak bertambah sejak trimester pertama hingga masuk trimester kedua. Saya khawatir (apalagi banyak sekali yang berkomentar karena saya terlihat "kurang gizi" untuk ukuran orang yang sedang hamil) jangan sampe' ada apa-apa sehingga berat badan saya "jalan di tempat". Waktu itu, Dokter Fauzia cuma tersenyum lebar... "oohh, you're doing just fine, Yaty. Don't worry about that. Trust me, you're going to get bigger that now you passed the 20 weeks".

Ha! Ucapan bu dokter itu terbukti mi sekarang. Begitu lewat minggu ke-22, berat badanku mulai "heboh" naiknya. Padahal kalo dipikir waktu itu malah saya lagi berpuasa... ditambah lagi urusan makan juga saya tidak begitu balala (Bahasa Makassar= rakus), biasa saja. Soalnya makan sedikit saja, rasanya sudah bassoro' (Bahasa Makassar= kenyang; begah; full)... dan kalo kebanyakan makan pasti kena
heartburn. More, I don't like snacking, either... alias saya juga tidak begitu suka ngemil. Kebiasaan minum air putih lebih dari 1 liter sehari pun masih saya lakoni (saya juga bukan soda lover kayak si Daeng!). Saya juga tidak bermalas-malasan di rumah, malah kadang David yang capek mengingatkan saya untuk istirahat. Lalu... apa yang bikin saya tiba-tiba jadi "raksasa" kayak bgini?

"...because you're pregnant, Baby!" kata David berulang kali sambil tersenyum (datang mi sédéng isengnya kalo lihat saya khawatir seperti itu). Yang bikin saya khawatir, jangan sampe' ada apa-apa... knapa jadi tiba-tiba dalam kurang lebih sebulan jadi humungous kayak begini?! *hiks*. Jangan-jangan kena
gestational diabetes? (Duh, na'uudzubillaahi min dzaalik deh...). Tapi dari hasil browsing dan baca banyak referensi, gejala dan tanda-tanda ke situ tidak saya dapatkan pada diriku (alhamdulillaah)... meskipun memang disinggung juga di beberapa referensi tersebut kalo gejala/tanda dari gestational diabetes kadang tidak terdeteksi secara visual. Well, hari Jumat nanti kalo kunjungan ke dokter baru deh tes lagi (oh iya, setiap berkunjung rutin ke obgyn selalu diperiksa urin untuk lihat kadar gula) sekalian juga pasti dapat rujukan untuk ke lab untuk glucose screening test... karena hasil lab yang lalu menunjukkan hasilnya negatif (normal). Maklum... saya masuk golongan yang high risk *kodong* :).
Your practitioner may want you to be screened earlier than 24 weeks if a routine urine test shows a high amount of sugar in the urine or if you're considered at high risk. If the results are normal, you'll be screened again at 24 to 28 weeks.


*hiks* jadi ingat waktu pertama kali glucose screening, saya sampe' muntah dan insyaf (baca: pingsan) karena waktu itu sekalian diambil darah. Moga-moga nanti yang berikut tidak pake' acara pingsan lagi...

Oh iya, tadi browsing dapat website menarik:
Weight Gain Calculator for pregnancy. Wuhhuuuyyyy!!! Ternyata berat badanku masih teramat sangat normal... masih di ambang batas bawah toleransi. Sebelum hamil, berat badanku sekitar 111 lbs atau sekitar 50.2 kg (ini pun sudah rekor ter-berat-ku seumur hidup! hehehe)... dan empat minggu lalu sekitar 117 lbs atau 53 kg (ini masih di bawah ambang batas normal). See? Naiknya cuma 3 kg saja (mulai dari 0 sampai masuk 5 bulan!). Dan kalopun sekarang naiknya lebih dari 3 kg (artinya sekitar 56 kg... which I doubt) masih berada di ambang batas bawah berat badan normal (untuk usia kehamilan 6 bulan).

Sebenarnya saya tidak begitu heboh memperhatikan soal ke-battala'-kan ku ini... cuma karena semua orang di rumah (DatRib) "menegur", jadinya agak prihatin juga, hehehehe. Atau mungkin mereka kaget karena lama tidak ketemu dan melihat saya dan tiba-tiba sekarang jadi 'raksasa' seperti sekarang? Terus terang, saya khawatirnya lebih banyak kalo sampe' gemuknya bukan gemuk "normal" alias ada apa-apanya (seperti misalnya gejala gestational diabetes yang saya sebutkan di atas). Kalo semuanya baek-baek dan normal saja, saya tidak begitu mempermasalahkan. Biar battala' tapi tetap ji cantik toh?! Hahahaha!!! *Puji alé mode on*.

22 weeks 3 days

So, guys... I'm doing just fine (ini juga untuk menenangkan diri sendiri, hee hee). Sampe' sekarang juga cincin kawin masih muat... malah masih sama longgarnya dengan waktu pertama kali saya pake' dua tahun lalu ;). Eh, lihat baju yang saya pake' waktu lebaran (yang bikin saya kelihatan super battala' itu)? Ini dapat fotoku 5 tahun yang lalu (waktu mengunjungi Festival International di Toronto... di "stand"nya Japan) dengan baju yang sama! Ha! Ketahuan pake' baju stok lama berlebaran, hahahahaha!

Fujisan

Edédééh... pantas saja Kak Ina bilangi saya battala'!!! Coba saja lihat perbedaannya!!! Ndak 'papa deh battala'... yang penting bahagia *wink* dan bangga sebentar lagi jadi Ibunda. Yang penting Ibunda dan Junior sehat-sehat saja, insya Allah. Iyo di', Nak? *ngomong sama Junior... sambil usap-usap tummy*. Hee hee.

Sunday, October 22, 2006

Si Junior dan bulan Ramadhan

Alhamdulillaah, anakku si Junior selama Ramadhan ini "tidak rewel" sama sekali dan sangat membantuku beribadah. Kalla ku pun "cuma" 4 hari... mostly karena saya sempat "tumbang" (emangnya pohon?! ha!) karena kena flu berat. Terimakasih sama si Ayah *sarcastic mode on*... saya terkontaminasi virus dari dia, hehehehe. Ayahnya Junior pun 3 hari tidak berpuasa karena flu (Beh! orang sini kalo kena flu betul-betul parah yak?). Kami akhirnya gantian sahur sendirian, karena pada saat dia sudah mulai puasa lagi karena berasa sudah baikan malah saya yang lagi parah-parahnya itu virus menyerang. Untungnya si kakak Iman akhir pekan itu tidak dengan kita... jadi doi tidak ketularan. Kami juga missed madrasah minggu itu. Ya, daripada orang-orang di madrasah terkontaminasi flu gara-gara kita, mending kita berdua meng-karantina-kan diri di rumah saja, iya kan? Syukur alhamdulillaah karena flu tidak 'tinggal' lama... soalnya lumayan tersiksa lah karena tidak bisa mengkonsumsi obat flu selama hamil begini. Kebiasaanku untuk minum air putih banyak-banyak juga sangat membantu proses penyembuhan dari flu kemarin itu.

Kunjungan ke Dr. Fauzia juga cukup melegakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kalo meskipun saya puasa penuh, si Junior tidak terpengaruh dan alhamdulillaah anakku tumbuh sehat dan pertumbuhannya normal. Saya pun selama puasa tidak merasa lemas (kecuali hari ketiga Ramadhan, waktu itu saya ikut ke kantornya David -- it's the last day sebelum go virtual -- dan berasa lemas menjelang siang... jadinya saya ikut makan siang bareng teman-teman kantornya David... sedangkan David tetap berpuasa).

22 weeks 3 days
Tetap ceria toh?!... meski lagi berpuasa ;)

Untukmu anakku, Ibu bisikkan kata-kata penuh sayang...

"Ibu benar-benar bangga padamu, Nak! Ko bantu Ibu untuk tetap tegar beribadah... malah ko jadi semangat bagi Ibu untuk beribadah maksimal di bulan Ramadhan ini. Makasih ya, Nak..."

Thursday, September 21, 2006

Setengah perjalanan... Half way through!

Menurut BabyCentre, hari ini usia kehamilan saya masuk 20 minggu (gestational age) dari hitungan 40 minggu masa kehamilan hingga melahirkan. Artinya, kami sudah "setengah perjalanan"... Subhanallaah... we're half way through!!! Wuhuuuyyyy!!! Alhamdulillaah...

Gerakan Junior pun sudah makin terasa. Tidak lagi seperti waktu awal-awal saya merasakan kedutan atau gerakan halus -- yang kadang bikin saya ragu apa itu benar si Junior yang lagi jungkir balik dengan nyamannya dalam rahimku atau cuma perasaanku ji? -- tapi sudah berasa seperti gerakan émpi' urakén (sikut dan tinju) atau maé-géri (tendangan lurus ke depan) yang bikin permukaan kulit perutku kadang "benjol" (hehehe), terutama kalo dalam posisi berbaring.

Seperti beberapa malam lalu, waktu saya dan David lagi nonton DVD
Cheaper by Dozens-nya Steve Martin, Junior aktif sekali bergerak (mungkin dia agak terganggu karena saya "ketawa besar" nonton filmnya... lucu sekali!). Saya lalu letakkan telapak tangan si Ayah di perutku...

Did you feel that?

Oh yeah! Perhaps he's doing kata (= style, istilah dalam Karate) or maybe he's performing some wushu inside. He has his own dojo there!

kata David sambil tersenyum. Saya ketawa. Belakangan ini, kami jadi sering merujuk Junior dengan kata ganti laki-laki (he), meskipun kami belum tahu pasti gender-nya apa. David memang (agak) berharap kalo ada yang temani dia (sholat) Jumatan ataupun sholat Eid di shaf laki-laki. Tapi kami sebenarnya, kami berdua akan senang dan bahagia dengan apa saja yang Allah swt karuniakan kepada kami nantinya. Yang penting, anak buah cinta kami sehat wal-afiat tak kurang suatu apa... insya Allah!

Proud Ibunda to be... half way through! (Ini lagi iseng foto diri sendiri di kamar mandi, hee hee)

Ada lagi yang lucu dari "gerakan" Junior. Kurang lebih seminggu lalu, saya rasakan gerakannya yang rada lain... kedutan yang cukup keras dan teratur... berlangsung selama kurang lebih 4 menit. Lagi bikin apa ko, Nak? Karena curious, saya coba cari lewat internet... Ooooooohhhh, ternyata itu hiccups alias cegukan alias sidu' (Bugis)! Hahahaha! Saya jadi senyum-senyum sendiri... Sidu' ko padéng, Nak!

"At some point in your pregnancy, you might actually start noticing that your baby has started hiccupping. Believe it or not, hiccupping in utero is actually quite common, and typically not a sign that your baby is in distress. Fetal hiccups typically begin sometime during the second trimester. You may notice hiccups as a small, repetitive and rhythmic movement that occurs for a few minutes at a time in your belly. Many women actually enjoy the sensation of their baby's hiccups because it reminds them that all is well with their newborn baby."



Kemarin waktu saya bicara di telepon dengan Ibu di Makassar, saya ceritakan tentang sidu' ini, Ibu ikutan ketawa. Bisanya di'?!

Ah, besok sudah masuk malam 1 Ramadhan. Seperti biasa, saya ajak Junior ngobrol:


Kita puasa Ramadhan sama-sama ya, Nak? Ibunda and Ayah love you so much and we're so proud of you...

Monday, September 04, 2006

Exciting Moment!

Yay!!! Alhamdulillaah!!! Finally!!! Ah, I'm sooooo excited!

Sebagai calon ibu baru, merasakan untuk pertama kalinya si kecil bergerak di dalam perut adalah saat yang sangat menakjubkan (dan tentu saja... ditunggu-tunggu!). Kemarin sore waktu duduk di tangga basement mengantar dua orang rekan kerja David yang kebetulan pulang dinner bareng dengan kami dan singgah lihat rumah mungil kami, tiba-tiba saya rasa ada "sesuatu" seperti kedutan di perut bawah sebelah kanan. Kaget juga... soalnya rasa lain. Pas saya pegang, eh... ada lagi... tapi ndak lama kemudian hilang. Sempat saya ceritakan pada saat itu, dan ditanggapi oleh "para hadirin" (yang lagi sibuk 'tour' di basement yang merupakan ruang kerja David) dengan tidak begitu antusias. Mereka menggoda... ah barangkali karena bassoro' alias kekenyangan saja. Dalam hati, saya mengiyakan.... mungkin juga ya. Tapi... tadi itu rasanya lain sekali... ndak pernah saya rasakan sebelumnya. But... mungkin perasaanku ji di'?

Jam 5 subuh, waktunya kunjungan rutin ke kamar mandi. Secara otomatis mataku terbuka lebar... ah, tapi knapa kayaknya kali ini ndak berasa ingin ke KM ya? Jadinya saya cuma baring-baring saja... mencoba untuk kembali tidur. Toh waktu (sholat) subuh masih 25 menit lagi, pikirku. Pas sudah "bersiap" mo menutup mata, eh... serasa ada yang mengetok (pintu, kapang'?! hehehe) perutku. Kaget. Trus lagi... dan lagi... Aaaaaaaaaaah, Subhanallaah! This must be IT! Anakku "ketuk" tummy Bundanya... dia protes knapa Ibu mo kembali tidur? kan sudah hampir subuh? nanti sholatnya telat lagi?! Saya tengok David yang masih nyenyak tidur... ndak tega rasanya membangunkan dia. Padahal di dalam nih sudah rasanya mo jingkrak-jingkrak. Yes, I can feel you, Junior... Anakku...

Akhirnya, 25 menit selanjutnya hingga kemudian adzan berkumandang dari HP-nya David, saya menikmati sendiri "aktifitas" Junior sambil berbaring, tersenyum tak henti... Begitu adzan selesai, saya bangunkan David untuk sholat Subuh berjamaah. Ah, rasanya tidak sabar ingin cerita pengalamanku "ditemani" Junior bermain sambil menunggu waktu subuh masuk :).

******************

Tiba waktu kunjungan rutin ke ob/gyn. Sebelum berangkat, saya sempat potret diri sendiri. Eh, ini merupakan fotoku pertama yang pake' acara pamer perut buncit, hehehehe. Hari ini pas 17 minggu 4 hari usia kehamilanku. Do I look chubby? Percaya atau tidak, berat badanku sejak sebelum hamil sampai sekarang tidak begitu "heboh", bahkan naiknya cuma sekitar 3 kilogram saja (ndak seperti yang banyak saya dengar dari teman-temanku yang katanya kalo hamil langsung berat badan melonjak naik). Yang paling "heboh" battala' itu ya bagian perut dan dada (hehehe... serasa Pamela Anderson saja! hahahaha!!! David ketawa waktu saya bilang begitu. De bilang... not even close, Baby! Memang iya, but for me it's "WOW"! sampe' sekarang masih kaget saja lihat perubahan yang satu itu! hahahahaha! Not really fun though... tapi penting kan ya untuk persiapan bayiku kelak, insya Allah).

Jarak dari Rockville ke Columbia Pike (Falls Church) tempat praktek dokter Fauzia, kami tempuh tidak sampai 30 menit. Sempat ada kekhawatiran waktu kami akan pindah tentang kendala tinggal jauh dari ob/gyn-ku... apalagi rencananya insya Allah, saya akan daftar untuk melahirkan di Virginia Hospital Center yang ada di Arlington (karena dokter Fauzia tempat kerjanya di situ... dan memang ini merupakan rumah sakit yang termasuk bagus untuk urusan perawatan Ibu dan Anak). Tapi kekhawatiran itu akhirnya jadi tidak beralasan (insya Allah) karena jarak tempuh tanpa ngebut pun plus mempertimbangkan macet tidak akan sampai 45 menit. Ndak berhenti ka' kodong minta didoakan... semoga semuanya dimudahkan oleh Allah... Nah?! nah?! nah?! ;)

Cerita sedikit tentang hasil "intip" si Junior lewat ultrasound. Alhamdulillaah... semuanya baek. Seperti biasa, kalo lagi di'intip' seperti itu, saya pasti memberi salam: There you are... Assalaamu'alaykum, Nak! David dan dokter cuma tersenyum-senyum saja dengar ka' ngomong sendiri, hehehe. Diberi salam begitu, si Junior sangat aktif bergerak, denyut jantungnya juga kuat dan normal. Menurut hasil ukur mengukur, berat badan Junior sekarang 222 grams dengan panjang dari (from crown to rump) sekitar 12 cm. Iiiihhh... masih mungil sekali di'?! Tapi kata dokter, itu masuk kategori normal... jadi ndak ada yang perlu dikhawatirkan. Alhamdulillaah...

Kalo mengenai gender atau jenis kelamin si Junior? Sebenarnya dokter sudah mengira-ngira tadi itu... tapi doi juga blum pasti. Mungkin kunjungan 4 minggu berikutnya bisa lebih jelas... meskipun saya dan David tidak begitu mempersoalkannya. Yang penting, Bunda dan Junior sehat wal-afiat toh? :).

I'll keep you guys updated... insya Allah...

Saturday, September 02, 2006

Fill in the Blanks

Tiga bulan tidak meng-update... ternyata banyak juga yang harus dicerita...

Alhamdulillaah... sekarang sudah masuk minggu ke-17 (17 weeks, 3 days) dan kami berdua sehat-sehat saja. Ini ada gambar yang saya ambil langsung dari monitor ultrasound pada saat si Junior berumur 9 minggu (klik gambar untuk melihat lebih jelas). Subhanalaah... begitu nyaman dan damainya Junior di dalam tummy Bunda... Ah, setiap kali lihat gambar ini (yang sebelah kanan) jadi terharu lagi...


Dua bulan terakhir berkunjung ke OB/GYN, hasil ultrasound dan detak jantung si Junior sangat memuaskan... alhamdulillaah. Tapi... hasil pemeriksaan Hb or Hemoglobin (hemoglobinopathy) beberapa bulan lalu mendapatkan bahwa saya positif "menderita" (saya kasih tanda petik karena seumur hidup saya tidak pernah merasa 'sakit'. Mungkin karena tubuh sudah beradaptasi ya... mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik) β thalassemia trait atau β thalassemia minor :

This is a mild anemia with microcytosis. Symptoms include weakness and fatigue - in most cases β thalassemia minor may be asymptomatic and many people may be unaware they have this disorder. Detection usually involves counting the mean corpuscular volume (size of red blood cells) and noticing a slightly decreased mean volume than normal.

[Thalassemia - Wikipedia, the free encyclopedia]


Tambahan sedikit. Tahu ndak? Dari website di atas, saya juga tahu kalo Pete Sampras dan Zizou (Zinedine Zidane) adalah penderita Thalassemia Minor :).

Kenyataan kalo saya kena beta-TM sebenarnya tidak bikin ka' heran sama sekali. Kak Ina (my oldest sister) didiagnosa menderita
Thalassemia Minor (Ket: tidak membahayakan nyawa penderita, tapi seringkali mengganggu kehidupan sehari-hari karena anemia yang berakibat lesu dan lemah) sejak doi masih di bangku SMA. Dan alhamdulillaah, meskipun didiagnosa demikian, doi baek-baek saja... malah kadang kelewat "super"(IMHO), hehehehe.. semua dilakoni dengan hebat dalam waktu yang sama: jadi anak sekolah, dosen, dan yang paling "jago" menurutku adalah mengurus 3 orang anak tanpa bantuan siapapun (ya tentu saja dibantu Kak Khae -- her best half) . Satu saja yang bisa 'kelihatan' dari Kak Ina kalo ada sesuatu yang "lain" (alien, kapang di'?! hahahaha!) adalah karena doi sedikit pucat. Dan "penyakit" ini biasanya jadi "muncul secara nyata" setiap kali doi hamil, Hb-nya pasti sangat rendah... memang, β thalassemia minor sangat gampang terdeteksi pada saat kehamilan. Alhamdulillaah... ketiga anak Kak Ina tumbuh dengan sehat dan smart (baik di sekolah maupun lingkungannya). Ah, semoga si Junior bisa juga ikuti jejak para sepupunya. Biarpun Bunda-nya ada "penyakit" (alhamdulillaah si Ayah tidak ada gen yang membawa Thalassemia ini), insya Allah si Junior dan adiknya (kalo Allah berkenan) sehat wal-afiat kelak... Amiiiiiiiin! Oh iya, waktu hasil Hemoglobinopathy keluar, dokterku sempat tanya apa saya baek-baek saja. Saya cuma tersenyum dan bilang kalo saya sama sekali tidak heran dengan hasilnya karena memang sudah tahu sejak awal kalo dalam keluarga kami disorder (kelainan) itu ada. Semua ada hikmahnya... dan lagi pula Allah sudah menjanjikan di penghujung Surah Al-Baqarah: "laa yukallifu Allahu nafsan illaa wus'ahaa" bahwa Allah tidak akan membebani hamba-Nya sesuatu yang tidak sanggup sang hamba memikulnya... Waktu saya singgung ayat tersebut, dokter Fauzia tersenyum lebaaaaaaaaar sekali dan menepuk-nepuk punggung tanganku. Dia bilang, seandainya bukan dari hasil tes darah, dia tidak akan pernah tahu kalo saya "punya" penyakit itu. Karena biasanya penderita β thalassemia minor ataupun anemia sangat kelihatan pucat dan lemah... sedangkan saya tidak terlihat pucat dan setiap bertemu beliau selalu penuh "semangat 45", hehehehe. Blum tahu beliau kalo sahabat saya, Tigin, dulu sering sekali menggoda saya dengan mengatakan kalo saya menyembunyikan batere super-alkaline di punggung saya (kayak itu eh iklan batere Duracell jaman dahulu, hehehehe...) karena katanya saya ndak ada capeknya! Eh, jadi rindu sama Tigin... *hiks*...

Insya Allah, besok lusa waktu kunjungan rutin ke dokter. Tak sabar rasanya ingin "intip" anakku lagi :). Doakan ya... semoga semuanya baek-baek saja.

Wednesday, June 14, 2006

Perjuangan pun dimulai

Saya tidak tahu kalo menjadi calon ibu itu tidak hanya melewati masa mual karena morning sickness (yeeee... namanya ji "morning" -- menipu lawan --, karena mual itu maunya datang kapan saja... mo afternoon, night, etc... suka-sukanya si mual kapan mo datang 'berkunjung'), badan (terutama perut) membuncit, sampai perjuangan melahirkan. Ternyata... tidak cuma itu. Tidak sama sekali!

Berbekal lembaran "perintah" dari dokter untuk Lab dan alamat Lab (well, ini untuk kedua kalinya saya ke Lab ini setelah bulan Maret kemarin juga), pagi tadi jam 7:30, saya diantar David untuk diambil darah untuk memenuhi serangkaian tes (yang kata David, "it's routine for pregnant woman") yang diminta dokter. Daftar tes yang diminta panjang sekali! Yang jelas, semua item di
artikel ini kayaknya ada di daftar itu, termasuk juga Toxoplasmosis, urinalysis. Bulan Maret kemarin darahku yang diambil 4 tabung (vial). Dan kalo melihat rangkaian tes yang diminta dokter di lembaran itu, waaaah bisa-bisa 10 tabung nih, pikirku. Begitu selesai mendaftar, petugas lab memeriksa surat pengantar dari dokter dan mmmm... glucose screening... saya disuruh minum sejenis juice glukosa dan harus habis dalam 5 menit (rasa jeruk... kayak nutrisari tapi ditambah bersendok-sendok gula) dan menunggu 1 jam. Ah... satu jam??? Saya bilang ke David, coba bawa buku atau my Nintendo DS... pasti tidak tegang dan bosan menunggu seperti ini. Satu jam menunggu... sambil bercanda dan cerita-cerita sama David (dia bela-belain ijin dari kantor untuk datang terlambat), mengamati orang-orang yang keluar masuk Lab, diselingi mual-mual yang memang sejak dari rumah sudah bikin rasanya mukaku jadi ijo . Memang sejak tiga hari belakangan ini, setiap bangun tidur saya pasti mual-mual. Habis isi perut, alhamdulillaah mualnya hilang. Tapi sore sekitar jam 2-3 mual lagi... dan biasanya habis makan malam mual juga. Menjelang tidur sehabis minum vitamins (yang besarnya semua kayak jempol, hiiiii!!!) ya... mual lagi deh! Jadinya, morning, afternoon, evening and night sickness? hehehehehe...

Honestly, saya paling tidak suka bersentuhan dengan yang namanya urusan dokter-lab dan kroni-kroninya (hehehe). Pertamakali seumur hidup yang namanya diambil darah adalah pada saat saya tes kesehatan sebagai CPNS sekitar 10 tahun lalu. Trus waktu tes kesehatan kelengkapan visa untuk sekolah ke Canada, dan terakhir pada saat tes kesehatan kelengkapan visa (lagi) ke US. Tapi tidak ada yang ngambil darahnya sampe' lebih dari selusin (13)
vial kayak yang saya alami tadi! Beginilah resikonya jadi ibu hamil pada umur di atas 35 tahun! :).

And let me tell you about what happened this morning... it didn't go smoothly at all! Pertama, perawat yang dapat tugas mengambil darahku tidak bisa dapat tempat yang tepat, meskipun sudah tusuk sana tusuk sini (both arms!). Dia menyerah. Ganti dengan perawat lain (kali ini laki-laki separuh baya yang ramah dan baeeek sekali!) jarumnya berhasil masuk di lengan kanan. Tapi itupun darah yang tertarik lambaaaat sekali sehingga dia pake goyangkan tangan dan segala macam deh (and I've already told them that I do have a low blood pressure). Baru 5 vial yang terisi, saya tiba-tiba merasa tidak enak seperti berasa akan pingsan. And I did pass out! Saya berusaha tahan supaya tidak "out" sama sekali. Saya turunkan kepala dan minta minum sama David (masih kelihatan preman-nya kan? meskipun sudah hampir ko-it, hehehehe). Blum juga minum, saya sudah muntah-muntah. Untung perawatnya sigap menarik tempat sampah yang ada di ruangan itu, so I didn't make any mess at all :S. Keluar deh semua juice glukosa (memang perutku kosong karena memang diminta tidak makan/minum apa-apa sebelum tes). Begitu habis muntah, rasanya sudah baikan. Supervisor perawat/lab akhirnya mengambil alih dan menjelaskan kalo reaksi seperti itu wajar setelah minum juice glukosa... apalagi dalam keadaan hamil kayak saya. Masalahnya, darah yang diambil belum cukup untuk keperluan daftar tes yang diminta dokter. Lagi??? Astaghfirullaah...

Bapak supervisor akhirnya menelepon my obgyn dan ibu dokter minta supaya semua tes tetap dijalankan (as I said... begini lah jadinya kalo masuk golongan beresiko kayak saya). Ya sudah. Saya juga berpendapat lebih baik diselesaikan saja. Supervisor itu bilang kalo dia sendiri yang akan menangani (mengambil darah) saya, dan diambilnya sambil berbaring (sebelumnya ya duduk) untuk memudahkan menarik darah dan mengantisipasi jangan sampai saya pingsan lagi. Alhamdulillaah... memang terbukti kalo doi supervisor. Satu kali nyari nadi di lengan kiri, langsung dapat dan proses narik darahnya cepat sekali hingga terisi semua 7 vial lagi. Saya juga tidak merasa aneh-aneh lagi. Bahkan pake' senyum-senyum lihat David yang terus-terusan bercanda di belakang bapak supervisor.

It was such a looong morning. Dengan "oleh-oleh" 4 bekas tusukan jarum di kedua lengan, kami pulang ke rumah setelah sebelumnya singgah beli pastry untuk makan pagi. Alhamdulillaah... berhasil lewati yang pertama. Kata orang, ini belum seberapa. Rutin secara berkala akan begini lagi selama 8 bulan ke depan, insya Allah. Takut? Tentu saja. Tapi semua demi kebaikanku dan anakku. Saya ikhlas menjalani semua. Tapi saya jadi berpikir... apa kalo di Indonesia saya juga akan mengalami "perjuangan" yang sama? Belum lagi perjuangan untuk membuat otakku "amnesia" dengan enaknya berada di antara orang-orang tercinta di Makassar... saya membayangkan Ibu dan kakak-kakakku pasti akan memanjakan... makan makanan khas Makassar (mmmm.... coto dan jalangkoté salahutu!). It's not easy. Blum lagi kayaknya selama sebulan ini saya jadi gampang sekali terharu alias céngéng bukan main. Baca postingan teman-teman di
IUC bikin saya menangis, mendapati temanku yang di tanah air rajin sholat dan sampe disini tidak ingat lagi untuk sholat membuat saya menitikkan airmata (dan vent ke David... why???)... dan tadi... masa' cuma gara-gara lihat para pemain tim Saudi Arabia sujud syukur karena berhasil menyarangkan bola (gol) ke gawang Tunisia, saya jadi bercucuran airmata. Aih aih... Yaty yang "preman" ke mana nih?!

Nikmati! begitu pesan Kak Ina. Kalo ko nikmati, insya Allah semuanya mudah.

"It's all good, Baby! And I'm always here for you...", kata David di sampingku menenangkan. I know... I know.
Dia akan melakukan apa saja untuk memanjakan dan memenuhi semua keinginanku, untuk memudahkan "perjuangan"ku.

Berbekal itu dan doa orang-orang terkasih, saya yakin semuanya akan dimudahkan-Nya, insya Allah...

Saturday, June 10, 2006

1st Prenatal Visit

Kunjungan pertamaku untuk mengecek kehamilan ke ob/gyn (= dokter spesialis kandungan) bertepatan dengan hari ulang tahunku yang ke-36 (hehehehe... I'm pretty old Bunda to be ;) ). Hari Sabtu... dan pas waktunya dengan makan malam. Makanya si Ayah kemarin sudah mentraktirku makan di Clyde's... dengan alasan meskipun disini baru tanggal 9, tapi kan di Makassar sudah tanggal 10... hari ulang tahunku, hehehehe. Bisanya dia saja deh?! Padahal memang kalo pas tanggal 10 nya kita ada appointment dengan dokter untuk memastikan hasil pemeriksaan dengan ept minggu lalu.

Setelah mengisi daftar isian yang panjang sekali untuk "calon ibu" dan "calon ayah", termasuk sejarah penyakit keluarga dari kedua belah pihak, kami akhirnya ketemu ibu dokter yang super ramah dan baek hati itu. Dan hasil transvaginal ultrasound memperlihatkan kalo letak bayi dan rahim sangat bagus... alhamdulillaah. Tekanan darahku juga cukup normal. Berat badanku yang dulu ada di data base Bu Dokter waktu pemeriksaan pertama sebelum saya hamil adalah 111 lbs (= 50.35 kg) dan naik sekitar 3 lbs (= 1.36 kg).
Berikut catatan singkatnya Kunjungan 1:

Hari dan tanggal : Sabtu, 10 Juni 2006
Usia kehamilan :
5 minggu, 2 hari
Berat Badan : 114 lbs (= 51.71 kg)
Tekanan Darah : Normal (saya lupa mencatat waktu itu *blush*)
Kondisi/letak bayi dan rahim : Normal (saya tidak sempat mengambil gambar hasil USG... kelewat gembira, hehehehe). Yang ada malah fotoku diambil si Ayah setelah pemeriksaan selesai dan kami menunggu urusan administrasi rujukan ke laboratorium untuk tes darah prenatal pertama.


A happy Bunda to be...

Aiiih... berurusan dengan jarum lagi nih... *malla' mode on*. Daftar tes yang diminta (astaghfirullaah) panjang sekali!!! Dokterku tidak mo ambil resiko... paling tidak lebih baik untuk melewati semua tes untuk memudahkan antisipasinya kelak. But insya Allah... semoga semuanya baek-baek saja...

Vitamin yang diresepkan oleh dokter:
Citracal Prenatal + DHA (Prenatal vitamin tablet and 250 mg DHA capsule)
Repliva 21/7 (Iron supplement) --> karena dari pemeriksaan darah sebelumnya, kadar hemoglobin-ku cuma 10... agak jauh dibawah kisaran normal 11.7 - 15.5 g/dL

Kunjungan berikutnya dijadwalkan tanggal 8 Juli 2006, insya Allah. But first... I should get the blood test at least a week before my next appointment. Can't wait for my next appointment... can't wait to see my precious little one again...

Saturday, June 03, 2006

It's positive!



It's positive! It's positive!
I just couldn't believe what I saw. It's positive!
Alhamdulillaah... I waited 2 minutes... 5 minutes... 10 minutes... 15 minutes. The sign hasn't changed. Ah...

Sudah seminggu belakangan ini saya jadi sering kecapéan... padahal seharian tinggal di rumah saja dan rasanya malas sekali melakukan sesuatu (kecuali laundry tentu...). Spotting minggu lalu juga bikin saya kebingungan... apa lagi ini? mestinya kan seminggu lagi? kenapa lebih cepat ya? ah, biar saja... biar cepat dapat haidnya supaya bisa lebih cepat lagi "upaya" bikin bayinya, begitu kataku ke Ayah, mencoba menghibur diri. "Haid" yang cuma sehari itu bikin penasaran. Dua hari setelahnya, ah... kok malah tambah "bersih"? Ya sudah... mandi bersih lagi dan sholat lagi. Rindu sholat. Manalagi kayaknya ini "fake haid"... Entah apa lagi ini yang terjadi di diriku. Tanda-tanda kalo mo haid pun jelas sekali... tapi kenapa ndak datang-datang ya? Bayangan kejadian beberapa bulan lalu bikin saya menerawang. Ah, ya Allah... rencana-Mu apalagi ini...

Sampai kemudian kemarin... nah, ini "jadwal" yang mestinya terpenuhi. Tanda seperti akan datang haid pun tidak hilang... malah makin heboh. Dalam perjalanan pulang dari pusat kota, Ayah bilang, kita singgah saja di supermarket beli alat tes kehamilan. Mmmmm... saya masih ragu. Apa bener? Nanti kecewa lagi? Sehari telat, ternyata dites... besoknya dapat. Aaaarrrggghhhh!!!! But we bought it anyway (mostly karena sedikit "dipaksa" sama si Ayah).

Tadi pagi, saya bangun... acara rutin langsung ke kamar mandi. Sudah duduk... eh... lari keluar lagi ambil handbag yang berisi
e.p.t. Ya coba saja, begitu pikirku. Isinya ada dua... jadi kalo yang ini terpake' percuma, ya masih ada sérép satu lagi buat nyoba bulan depan.

Dan ternyata... alhamdulillaah. Tidak terasa airmata jatuh satu-satu. Saya menghambur ke kamar dan mendapati Ayah yang masih lelap.

"Honey... it's positive!!! It's positive!!!". Hanya itu yang mampu saya ucapkan. Ndak tega rasanya bilang: "I'm pregnant!"... masih takut... meski takut itu tertutupi dengan rasa bahagia yang teramat sangat. I love maths... dan tanda "tambah" yang ada di e.p.t merupakan tanda matematika bahagia buatku... buat kami...

Next step... bikin janji untuk ketemu dokter untuk memastikan. Kita janji ndak mo bilang siapa-siapa dulu sebelum ada konfirmasi dari dokter. Ah, dapatnya pas minggu depan. Alhamdulillaah...

Rasanya tidak sabar menunggu minggu depan! dan mengabarkan berita bahagia ke orang-orang tercintaku... insya Allah.

Alhamdulillaah ya Allah...