Tuesday, April 17, 2007

Ouch! Needle time...

She has nooo idea that soon is gonna be a needle timeKunjungan rutin ke pediatrician keempat (2nd MONTH): Senin, 16 April 2007
Usia Zahra: 2 bulan 1 minggu 4 hari
Berat Badan: 14 lbs -- 5.35 kilogram (95th percentile)
Tinggi: 24.75 inches -- 62.87 centimeter (95th percentile)
Lingkar kepala (head circumference): 15.5 inches -- 39.37 centimeter
Immunisasi pertama: DTaP Vaccines (Diphtheria, tetanus, acellular pertussis), Haemophilus influenzae type b (Hib), Polio Vaccine (IPV), Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), dan Hepatitis B Vaccine (HBV)

Airmataku sudah hampir saja jatuh klo seandainya tidak malu di depan dua orang ibu yang sedang menunggu nama putra-putri mereka dipanggil untuk menemui dokter di ruang tunggu/lobby Child First Pediatrics. Bagaimana hatiku tidak merasa teriris mendengar anakku di ruang sebelah menangis sejadi-jadinya??? Tiga kali... dalam hati saya hitung tangisan Zahra yang makin menjadi. Berarti sudah selesai, kataku dalam hati sambil menghela nafas dengan setengah mati menahan supaya airmataku tidak tumpah.

Me and my CintaCengeng... itu judul ceritaku mengenai hariku kemarin sebagai Bunda. Iya, kemarin itu adalah hari pertama Zahra mendapatkan immunisasi. Sebenarnya sih ini bukan pertama kali, karena waktu baru berusia beberapa hari (masih di RS) dia sudah diberikan immunisasi Hepatitis B. Tapi itu boleh dibilang tidak saya rékén(g) karena: pertama, karena saya tidak berada di tempat dia disuntik (waktu itu dibawa ke nursery); dan kedua, suntiknya cuma sekali. Kalo tadi??? ada 3 kali suntikan, 2 di paha kanan dan 1 di paha kiri... Kodooong (Makassar= kasihan) anakku!!! Tapi itu demi kebaikan dan kesehatannya kelak (mencegah lebih baik daripada mengobati, kata orang bijak). Meskipun saya sempat juga ketar ketir setelah browsing dan membaca beberapa referensi tentang pro dan kontra seputar immunisasi pada bayi, saya merasa yakin kalo ini yang terbaik bagi anakku. Well, saya sendiri immunisasi lengkap sejak bayi... dan alhamdulillaah sampe' sekarang baek-baek saja. Hopefully insya Allah Zahra juga demikian.

Salaam, Bunda! Getting ready
Sambil tunggu dokter, foto-foto dulu... sebelum Bunda "kabur" ke ruang sebelah karena tidak tega lihat Zahra disuntik (immunisasi). "Sama Ayah ya Nak... be brave!" Padahal mungkin Zahra yang mo bilang: "Be brave, Bunda..."

Talking with Ayah What are you doing to me, Ayah?
Bercanda dengan Ayah... sebelum "needle time"

Immunisasi seri pertama (usia 2 bulan) yang dianjurkan untuk bayi di US yang tadi diterima oleh Zahra adalah:

  • Vaksin Hepatitis B.
    Kegunaan: Proteksi terhadap Hepatitis B virus (inflamasi kronik pada hati/liver, komplikasi seumur hidup).
  • Vaksin DTaP.
    Kegunaan: Proteksi terhadap Difteri, Tetanus Toxoid, dan acellular pertussis/batuk rejan (whooping cough).
  • Vaksin Haemophilus influenzae type B (Hib).
    Kegunaan: Vaksin ini bukan vaksin untuk flu, melainkan untuk memproteksi dari infeksi terhadap darah, otak, persendian, dan paru-paru (pneumonia - paruparu basah).
  • Vaksin Polio.
    Kegunaan: Proteksi terhadap penyakit Polio. Klo dulu sempat ada yang namanya vaksin polio dengan oral (ditetes), sekarang sudah tidak dipake' lagi karena ternyata tidak efektif untuk proteksi terhadap polio.
  • Vaksin Pneumococcal Conjugate (PCV7).
    Kegunaan: Proteksi terhadap infeksi pada darah, otak, persendian, telinga bagian dalam, atau paruparu (pneumonia).

Untuk lengkapnya, bisa dilihat rekomendasi jadwal immunisasi bayi (Untuk Amerika Serikat 2007) KLIK DI SINI.

Sore legsKembali ke cerita Zahra waktu immunisasi (berdasarkan ceritanya Ayah yang "bertugas" menemani/menggendong Zahra saat disuntik). Katanya, suntikan pertama lebih banyak bikin Zahra menangis karena kaget... trus yang kedua (masih di paha yang sama) ya karena protes dan tentu saja sakitnya mulai berganda/double. Yang ketiga: "that's it! I definitely don't like this. You people should stop now!". Begitu Ayah mengungkapkan "reaksi" Zahra :).

Begitu perawat yang menyuntik Zahra keluar ruangan, saya menghambur masuk dan langsung mengambil Zahra yang masih menangis sejadi-jadinya dari gendongan Ayah. Setelah mengayun Zahra dengan sayang sambil memberi ASI, akhirnya Zahra tertidur dan kami meninggalkan ChildFirst setelah Ayah bikin janji untuk "well-baby visit" yang insya Allah tanggal 6 Juni nanti kalo Zahra berumur 4 bulan. Ah, artinya jadwal immunisasi lagi. Kasihan anakku... tapi ndak 'papa ya, Nak... semuanya untuk kebaikan Zahra...

Alhamdulillaah, sampai hari ini Zahra tidak demam dan bekas suntikannya pun tidak bengkak (dua efek samping immunisasi: demam dan bengkak). Semalam pun tidurnya nyenyak seperti biasa, itu pun dia meringis kalo menggerakkan pahanya hanya dua jam setelah dia disuntik dan setelah itu sudah seperti biasa lagi. Anak dara kanja'ku (Bugis: anakdara=gadis; kanja'=baik), semoga Allah selalu besertamu... Amiiiiiin!!!

Saturday, March 17, 2007

Empatpuluh hari

Punya anak dan sebagai "Ibunda baru" bikin saya jadi rajin menghitung berkah setiap hari yang dibawa anakku. Bertepatan dengan ulang tahun Ayahnya yang ke-38, hari ini Zahra genap berusia empatpuluh hari. Alhamdulillaah... Zahra tumbuh sehat dan perkembangannya sangat pesat. Berikut adalah catatan hasil kunjungan rutin usia sebulan ke dokter anak, tiga hari lalu.

Kunjungan rutin ke pediatrician ketiga (1 MONTH): Rabu, 14 Maret 2007
Usia Zahra: 1 bulan 1 minggu 2 hari (37 hari)
Berat Badan: 11 lbs 1 ounce -- 5.01 kilogram (93th percentile)
Tinggi: 23 inches -- 58.42 centimeter (95th percentile)
Lingkar kepala (head circumference): 15 inches -- 38.1 centimeter (75th percentile)

At the Child First, with Nurse Maggie - 1 month old routine check up Anakku ditimbang, beratnya 11 lbs 1 ounce

Zahra dan Nurse Maggie (gambar kiri). She's 11 lbs 1 oz and 23 inches at 37 days old

Berdasarkan data di atas, melalui Baby Growth Chart didapat grafik pertumbuhan Zahra seperti gambar di bawah ini (klik gambar untuk melihat lebih jelas):

Zahra's weight chart Zahra's height chart

Sebenarnya grafik pertumbuhan bayi ini fungsinya lebih banyak untuk memberikan gambaran umum saja. Dari beberapa literatur yang saya baca, banyak ibu yang "membaca" grafik (berdasarkan percentile) tersebut dengan salah. Padahal di manapun titik perkembangan bayi kita sepanjang itu masih dalam areal "pelangi" itu masih dikategorikan SEHAT dan NORMAL. Terserah itu mo 5% kek atau sampe' 97% kek semua normal. Tiap anak pertumbuhannya beda-beda... bahkan yang bersaudara sekalipun dan tidak bisa dijadikan patokan untuk membandingkan antara anak yang satu dengan yang lain, karena banyak faktor yang berperan disitu di antaranya faktor genetik dan faktor-faktor lainnya. Yang paling penting malah untuk bisa mempertahankan titik pertumbuhan pada jalur yang stabil.

Saya jadi ingat waktu Ririn/Iin (anaknya kakakku yang nomor 2 - Kak Ida) masih bayi... anaknya imuuuut banget (yang namanya kecil ya emang kecil banget) dan karena ke'imut'annya itu, berat dan panjangnya tidak pernah bisa "klop" dengan grafik pertumbuhan bayi yang ada di KMS (Kartu Menuju Sehat). Dan adikku Yani (doi SKM) yang waktu itu bertugas dinas di salah satu Puskesmas Moutong (Sulawesi Tengah) yang berbatasan langsung dengan Propinsi Gorontalo always harrassed Kak Ida kalo Iin itu BGM (bawah garis merah di KMS) yang artinya kurang gizi. Ya, she wasn't wrong... emang ilmunya mengajarkan begitu. Tapi hee hee... meski demikian, tentu saja Kak Ida jadi "nelangsa". Lha... anaknya emang kecil mungil dari sononya!? Minum ASI-nya lancar... makannya pun lahap dan tidak pernah susah. Yang jelas, sekarang Iin sudah tidak kelihatan "BGM" lagi. Kakak sepupunya Zahra ini tahun ini insya Allah sudah masuk SD. Dan meski sempat 'dicap' BGM, doi tumbuh dengan sehat wal-afiat, cerdas dan kritis. Her Uncle David malah men-cap Iin "a firecracker", hehehe. Makanya, meski grafik ini dipakai oleh para dokter anak untuk membantu dalam memantau perkembangan bayi dan balita, tetap saja tidak bisa dijadikan patokan yang pasti... karena itu tadi... tiap anak punya "schedule" perkembangannya tersendiri.

Entah nanti bagaimana dengan pola perkembangan Zahra ya? Ah, yang penting cahaya mataku ini tumbuh sehat insya Allah! Meskipun berdasarkan grafik di atas pertumbuhan (berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala) Zahra jauh di atas rata-rata anak seusianya di US, dokter anaknya menjamin bahwa Zahra tidak kegemukan... apalagi dia minum 100% ASI yang salah satu kelebihannya (dibandingkan dengan susu formula) adalah melindungi bayi dari bahaya kegemukan (obesitas).

Breastfeeding is particularly beneficial for premature babies and may also protect children against: allergies, asthma, diabetes, obesity, and sudden infant death syndrome (SIDS)

[KidsHealth: Breastfeeding vs Formula Feeding]

Oh iya, artikel di website Kids Health ini sangat bagus dibaca para ibu hamil untuk memotivasi mereka kelak untuk memberikan "hanya dan hanya" (eksklusif) ASI paling tidak sampai waktunya memberikan makanan padat tambahan (namanya juga "tambahan"... artinya tetap saja ASI yang utama *wink*). Insya Allah, saya akan coba untuk menerjemahkan dan menuliskannya dalam bahasa kita ;) di postingan selanjutnya... just wait ya...

Tanggal 3 Maret lalu, saya ke Dokter Fauzia untuk post partum check up. Kali ini blum sempat papsmear dan periksa dalam; dokter hanya memeriksa luka bekas operasi dan menanggalkan "selotip" yang jadi perekat bekas irisan c-section. "You're doing great, Yaty!" kata beliau kelihatan puas dan senang karena bekas operasiku sudah kering dan tidak ada komplikasi. Kami cuma sebentar disana, setelah sebelumnya konsultasi singkat tentang metode KB yang tepat untukku (namanya juga jaga-jaga... meski waktu itu masa nifasku masih berlangsung). Beliau menyarankan mini pill (Micronor - Progesteron Only Pill) karena ini yang aman dikonsumsi untuk ibu yang memberikan ASI untuk bayinya. Rencananya mo mulai minum pil ini begitu lepas masa nifas insya Allah beberapa hari lagi. Wuhhhuuuyyyy!!! Hussshhh... jangan parno dulu (hee hee), bukannya super gembira masa nifas habis dan bisa ber-indehoy-ria dengan si Daeng (meskipun ada tong sedikit, hehehehe) tapi rasanya rinduuuuuuuuuuuuuuu sekali bisa sholat lagi. Bayangkan saja... sembilan bulan lamanya yang namanya sholat kami selalu berjamaah, selama habis melahirkan Zahra saya cuma jadi penonton kalo Ayahnya Zahra bangun sholat subuh (pada saat yang sama, saya bangun untuk mengganti popok Zahra dan sekalian menyusui). Hopefully soon deh... soalnya tidak sholat se-lama ini rasanya ada yang hilang. Sholat sudah jadi kebutuhan, bukan sekedar kewajiban lagi...

Happy Birthday, Ayah! Lucky charm baby

Foto disamping diambil pada saat menjelang tengah malam ulang tahun Ayahnya Zahra. Dan satunya lagi Zahra lagi siap-siap mo keluar brunch sekalian rayakan ulang tahun si Ayah

Alhamdulillaah, we really had a great time. Kami brunch di Bagels City yang ada di Rockville Pike. Ini restoran bagel kosher (donat khasnya orang Yahudi) yang selalu penuh terutama pas weekend. Malamnya, sahabatnya Daeng mentraktir kita di restoran Thailand dekat rumah. Trus besok sahabatnya yang lain akan datang untuk lunch dengan kami sekeluarga. It's a busy weekend... but lotsa fun!

Empat puluh hari umur anakku... bahagia rasanya ndak ada habis-habisnya. Alhamdulillaah... :)

Monday, March 05, 2007

Satu bulan penuh berkah

HandsHari ini sebulan persis usia anakku. Sejak hari kelahirannya hingga detik saya menulis catatan ini, senyum seakan tidak bisa hilang dari bibirku. Segala sakit, mulai dari luka bekas irisan operasi yang kadang "menyengat", "botol ASB (Air Susu Bunda)" yang lecet dan perihnya tak kadang bikin saya ingin menyerah, keletihan yang teramat sangat karena tidur yang seakan tak pernah cukup, sampai rasa putus asa dan kekhawatiran yang tidak pernah lepas bila tidak bisa mengatasi rewel dan tangisan yang masih blum bisa kuterjemahkan... semua rasanya tak ada artinya bila terbangun di pagi hari dan mendapati mata anakku yang jernih menatapku... apalagi bila disertai dengan senyum malaikatnya! Aduhai anakku sayang... "Assalaamu'alaykum, Cinta!", begitu saya selalu menyapanya setiap pagi pada saat terbangun. Betapa rasanya sisa hari akan terasa seringan angin dan selembut embun...

Anakku, setiap detik adalah berkah yang Bunda dan Ayah syukuri... dan kehadiranmu di tengah-tengah kami menjadi penguat apa yang telah Allah anugerahkan kepada kami...


Zahra one month oldAlhamdulillaah... satu bulan ini penuh berkah karena kehadiranmu...
Dan insya Allah, kami akan terus menuai berkah itu sejalan dengan bertambahnya usiamu.
Ayah dan Bunda akan terus berdoa untuk keselamatanmu, putriku...
Semoga engkau menjadi anak yang shalihah, cantik hati dan rupamu, serta rupawan budi pekertimu, jadi hamba Allah yang lembut hati tapi tegas dan lugas dalam membela yang lemah, serta kelak menjadi muslimah cendekia yang jadi kebanggaan Ayah dan Bunda, permata hati penyejuk jiwaku...

Amiiiiiiiin yaa Allah yaa rabb al-aalamiin...

Thursday, February 22, 2007

Tujuh belas hari...

Kunjungan rutin ke pediatrician kedua (2 WEEKS): Kamis, 22 Februari 2007
Usia Zahra: 2 minggu 3 hari (17 hari)
Berat Badan: 9 lbs 2 ounces -- 4.139 kilogram (75th percentile)
Tinggi: 21.75 inches -- 55.25 centimeter (75th percentile)
Lingkar kepala (head circumference): 14 inches -- 35.56 centimeter (50th percentile)

Kunjungan berikutnya insya Allah pada saat Zahra berumur (lebih) sebulan, tanggal 14 Maret 2007.

Latihan otot leher dengan moppangPada pemeriksaan kali ini, Zahra diambil sampel darahnya di tumit. Hiks... ndak tega rasanya lihat dan mendengar anakku menangis, jadi sebelum di'tusuk' sama Nurse Maggie saya berikan Zahra ke Ayahnya untuk digendong. Waddooh!!! Bagemana nanti kalo Zahra diimunisasi di bulan kedua yang sampe' 4 vaksin ya? Kodong anakku!!! Anyway... selain exercise alias latihan moppang (Bahasa Bugis = telungkup; on her tummy) selama lima menit, dokter Burns juga sempat membersihkan sisa darah kering di pusar Zahra. Oh iya, sisa potongan tali pusarnya Zahra 'lepas' pada hari kesembilan (14 Februari 2007 -- pas hari ulang tahun kakaknya yang ke-10). Mestinya pada saat itu saya sudah bisa mandikan Zahra di bak mandi (tub bathing), tapi masih takut-takut karena kelihatan di pusar Zahra masih ada sisa darahnya. Alhamdulillaah... tadi sudah dibersihkan sama dokter, jadi sudah bisa mandi di bak nih... yay!!! Hee hee... Bundanya yang heboh mo mandikan Zahra... bosan kan Nak "mandi" cuma pake' lap basah???

9 lbs 2 oz usia 17 hari, tambah 0.5 kg dalam 10 hariDokter juga jadi surprised karena dalam 10 hari pertambahan berat Zahra sampe' 1 pound/lbs dan 2 ounces (kurang lebih 0.5 kilogram)! padahal sudah saya beritahu kalo sekarang Zahra minum ASI-nya sudah terjadwal sendiri tiap 2-3 jam. Padahal klo tanya saya, ya maunya ndak dijadwal... kan kasihan kalo doi emang lapar trus harus tunggu sampe' waktunya baru dikasih ASI! Tapi ternyata Zahra yang 'menjadwal' dirinya sendiri, hee hee. Well, guess what... I have a very smart kid!

Memang, meski saya beri ASI tiap 2-3 jam tapi Zahra memang "makan"nya cukup lahap (hehehe). Awalnya saya berpikir untuk memompa ASIku sebagai cadangan, tapi ternyata tanpa dipompa pun sudah berlebih... alhamdulillaah! Betul-betul kuasa Allah ya... produksi dan volume ASI itu sesuai dengan 'demand'nya si bayi. Semakin sering bayi menstimulir dengan mengisap ASI, semakin banyak ASI yang diproduksi. Padahal terus terang, saya sempat khawatir karena c-section produksi ASI tidak akan mencukupi (well, don't ask me why... I read it somewhere). Tapi setelah lihat pengalaman Mommy-nya Alexander di Alabama yang meski melahirkan lewat c-section tapi tetap memberikan ASI pada baby Alexander (Abangnya Zahra ini, Alexander Ananta Rohn lahir di awal Desember 2006), saya jadi semangat deh (Thanks buat Oyen! *muah*). Zahra and Bunda at the Child FirstDan terbukti kalo memang meski lewat c-section tidak berarti produksi ASI akan 'mengkhawatirkan'. Memang harus bertekad kuat kalo mo memberi ASI... kalo tidak, yakin deh bakal menyerah di 'tengah jalan' (minggu-minggu awal setelah melahirkan) karena banyaknya "SAKIT" yang kadang bikin kita rasanya mo menjerit saja setiap kali memberi ASI *hiks*. Saking lahapnya si Zahra kalo "makan" kadang kalo lewat jadwalnya, dia suka beringas klo lihat "botol"nya! Seberingas apapun dia, saya selalu disiplin membaca doa (dikeraskan, dengan harapan insya Allah nanti Zahra jadi terbiasa berdoa) sebelum makan buat Zahra sebelum memberi ASI. Bahkan subhanallaah... kalo saya mulai membaca doa, biasanya beringasnya berkurang dan tinggal berdehem-dehem tak sabaran sambil memandangi muka saya, hehehe. Begitu disodori "botol"nya... langsung deh disambar, hahaha! Ayahnya yang menyaksikan itu, langsung berkomentar (weks... lalé mi sédéng Ayah eh!? hehehe): "Take it easy, Tiger! Be gentle! Those are mine too, you know!" Hahahaha!!! David memang memberi Zahra nickname: "Tiger". Pernah saya protes, saya bilang knapa anak perempuan dikasih nama Tiger? kan biasanya anak cowok yang diberi "gelar" seperti itu? Eh, si Ayah balik protes: Siapa yang bilang? Macan (tiger) kan bukan cuma cowok (jantan) saja??? Iyo deeeeng... Mungkin harapan si Ayah, Zahra kelak jadi macan... eh salah... maksudnya kuat kayak Tiger, hee hee... Aummmm!!!

Gayanya Zahra kalo lagi nyenyak tidur... sambil mikir, hehehePerkembangan lain Zahra sampe' hari ini cukup banyak dan pesat. Sudah dua pagi belakangan ini berturut-turut kalo dia bangun untuk "makan" di pagi hari, setiap kali saya memberi salam "Assalaamu'alaykum, cintanya Bunda yang shalihah!"... "Selamat pagi"... "Good morning, Love!"... "Ohayou gozaimasu"... (saya selalu/rutin memberi salam seperti ini dalam semua bahasa yang saya tahu setiap pagi ke Zahra)... Zahra memandangi saya dan kasih senyum yang LEBAAAAAAAAR sekali!!! Masya Allah!!! rasanya seberat apapun hari menanti, semua akan terasa ringan bagai kapas bila mendapatkan 'berkah' senyum seperti itu dari buah hatiku. Ah, I love you soooo much, my little Tiger! Trus, kemarin ada yang lucu sampe' saya ketawa besar lihat tingkah Zahra yang menggemaskan. Bagemana tidak? dia super kaget (sampe' terhenyak gitu) waktu mendengar suara kentutnya sendiri! hahahaha!

Sebenarnya Zahra anak yang cukup anteng alias 'gampang diurusin'. Seperti bayi baru lahir lainnya, asalkan kenyang dan tidurnya cukup doi pasti tidak rewel. Tapi dua hari lalu (tanggal 20 Februari), untuk pertama kalinya Zahra rewel bukan main sampe' saya rasanya ndak tahu mo bikin apa *hiks*. Semua kayaknya oke oke saja... saya cek nangisnya pun bukan tangis kesakitan (misalnya karena sakit perut atau colic), tapi super manja. Begitu diletakkan (meskipun di bouncer yang jadi tempat kesayangannya sekarang untuk napping), Gayanya Zahra kekenyangan, hehehelangsung deh merajuk :(. Nanti setelah saya baringkan di samping saya di tempat tidur baru deh doi bisa tertidur nyenyak *whew*. Sampe' sekarang memang Zahra masih tidur di samping saya kalo malam. Masih blum tega menidurkan dia di tempat tidurnya sendiri. Tadi dokter Burns sempat juga tanya tentang itu dan dengan malu-malu saya bilang kalo saya blum tega tidur terpisah dari anakku di malam hari. Jangan dikira ini bagian dari "budaya melayu", hehehe... soalnya adik iparku juga masih tidur dengan bayinya yang saat ini sudah berusia 6 bulan. Selain soal perasaan aman kalo sang bayi tidur di samping kita, juga dengan cara ini akan sangat mudah bagi kami kalo waktunya menyusui... meskipun pada minggu pertama saya selalu bangun untuk duduk menyusui Zahra di malam hari (karena bagemanapun akhirnya harus burping her dengan menegakkan badannya dan menepuk punggungnya untuk bersendawa). Sekarang malah meski di-burp-kan dia juga ndak akan burp (bersendawa) karena kalo tidur menyamping sambil ber-ASI-ria hampir tidak ada udara yang masuk... nempelnya kencang bo'! hehehehe...

Belanja di GiantEh iya, Zahra juga gampang 'diajak' keluar rumah... asalkan sudah kenyang dan waktu di luar tidak lebih dari 2.5 jam. Apalagi doi kelihatannya tidak suka di"ikat" di carseat-nya. Bayangkan mi frustrasiku kalo dia nangis di mobil dan kami lagi di highway (memang jadwalnya dia minum ASI), saya tidak bisa bikin apa-apa karena peraturannya ketat kalo bayi harus 'terikat' di carseat selama mobil jalan, no matter what. Klo kita (di tanah air)kan bisa menggendong anak di mobil (blum ada peraturan ketat tentang carseat untuk bayi)... entah itu sekedar menenangkan atau juga langsung menyusui. Kali pertama Zahra kami bawa keluar adalah pada saat mengantar kakaknya pulang ke Alexandria, pada saat Zahra berumur 6 hari. Saat itu, Zahra tidak rewel sama sekali meski udara lagi dingin-dinginnya. Trus, sehari setelah itu kami bawa Zahra ke dokter anaknya untuk pertamakali (baca: Seminggu...). Klo belanja ke grocery store dekat rumah juga dia kami bawa (hehehe... abis mo ditinggal sama siapa di rumah?). Sampe' sekarang pun kami selalu bawa Zahra dalam rutinitas mengantar jemput kakaknya (Iman) tiap weekend dari dan ke Alexandria (VA).

Eh, kalo cerita soal Zahra ndak ada habis-habisnya deh. Klo mengenai Bundanya (hee hee... ndak mo kalah tawwa!), alhamdulillaah lewat dua minggu ini semua pakaian termasuk jeans jaman sebelum hamil sekarang sudah muat lagi (yay!!!). Malah tadi waktu ke dokternya Zahra ada ibu yang bawa bayinya untuk kontrol juga mengira kalo Zahra bukan anakku karena katanya saya tidak seperti perempuan yang baru dua minggu lalu melahirkan. Hehehehe. Padahal saya sama sekali tidak diet (si Ibu itu mengira saya diet -- setelah saya kasih tahu kalo saya betul Ibunya Zahra). Kan kasihan Zahra yang sepenuhnya bergantung sama ASIku. Klo diet (deeeh... sapa tong yang mo diet? sejak dahulu kala modelnya memang kurus) bisa-bisa produksi ASI jadi terhambat. Oh iya, luka bekas irisan operasi juga sudah kering sama sekali... meskipun "selotip"nya blum dibuka. Nanti setelah dari dokter ob/gyn tanggal 3 Maret nanti baru deh dilihat. Sebenarnya kita disuruh datang sama dokter Fauzia untuk kontrol pasca melahirkan (untuk melihat luka bekas operasi) satu minggu setelah Zahra lahir tapi pada minggu pertama cuaca sama sekali tidak bersahabat dan kami "terperangkap" di rumah. Trus minggu kedua kita sudah telepon untuk bikin appointment tapi sistem komputer di kantor dokter Fauzia lagi 'down' jadi orang di sana ndak bisa menentukan Zahra and Bunda in the backyardkapan waktunya kita bisa berkunjung. Akhirnya ditetapkan tanggal 3 nanti... hopefully everything's gonna be just fine. Heh, satu lagi... soal "terperangkap" karena cuaca winter yang memburuk di minggu kedua bulan Februari ini, juga bikin Grandma dan Grandpa-nya Zahra dari California yang sedianya cuma bermaksud berkunjung selama 3 hari (tiba hari Sabtu dan pulang Selasa tanggal 13 Februari) akhirnya tinggal sampe' seminggu di Rockville. Pertama karena bandara sempat ditutup seharian hari Seninnya... trus pesawatnya ditunda... lalu dapat seat tapi adanya di tengah (tahu sendiri kan... mereka berdua sudah lebih 60 tahun... perjalanan jauh trus duduk di tengah-tengah sangat tidak nyaman... apalagi si Grandpa lagi kumat nyeri tulang belakangnya... kodooong!). So, mereka memutuskan untuk pulang hari Sabtu tanggal 17 Februari. Foto di atas saya ambil (dengan mengaktifkan otomatis shutter-nya dan meletakkan kamera di atas meja yang ada di halaman belakang) waktu kami pulang belanja grocery di Giant dekat rumah.

Sudah dulu deh cerita Bunda kali ini. Insya Allah nanti disambung lagi... Salaam...

Monday, February 12, 2007

Seminggu...

Kunjungan rutin ke pediatrician pertama: Senin, 12 Februari 2007
Usia Zahra: 7 hari/1 week
Berat Badan: 8 lbs -- 3.63 kilogram
Tinggi: 21 inches -- 53.34 centimeter
Lingkar kepala (head circumference): 14 inches -- 35.56 centimeter

Zahra at doc's officeHari ini Zahra genap berusia 7 hari dan juga merupakan hari kunjungan pertama kali Zahra ke dokter anak (pediatrik) di Child First Pediatrics sekitar 7 menit dengan mobil dari rumah. Alhamdulillaah, Zahra 'dapat' dokter yang baek sekali... namanya Dr. Liza Burns. And what a surprise... salah seorang perawat/nurse (Nurse Maggie) di sana adalah orang Indonesia (half Dutch)!

Zahra at first doc's appointmentSecara umum, perkembangan motorik dan pertumbuhan badan Zahra sangat baik... alhamdulillaah! Bahkan sSetelah dihitung berat dan pemeriksaan fisik oleh Dr. Burns, beliau cukup terkesan dengan pertambahan berat badan Zahra yang sudah hampir menyamai berat badan lahirnya. Sekedar informasi, berat badan bayi berkurang sebanyak 10% dari berat badan lahirnya pada saat keluar dari rumah sakit. Saya bilang ke dokter kalo saya betul-betul cuma kasih ASB (Air Susu Bunda, hee hee) ke Zahra secara eksklusif.

Sejak dari awal memang saya bertekad untuk memberikan Zahra hanya ASI, insya Allah bila produksi air susuku banyak dan lancar. Alhamdulillaah, sejak Zahra berusia kurang dari dua hari saya sudah mulai memberikan ASI. Sampai saat ini, Zahra minum ASI on demand... artinya ya kapan saja dia minta saya kasih. Tapi karena melihat perkembangan Zahra yang cukup bagus dan tidak ada kendala dengan ASI-ku, dokter Burns menyarankan untuk mulai menjadwal pemberian ASI ke Zahra tiap 2 atau 3 jam sekali pada pagi dan siang hari serta cuma "on demand" pada malam hari.

Oh iya, luka bekas operasi masih agak nyeri tapi dari skala 1 sampe' 10 sudah lumayan sih ada di level 3 artinya sakitnya sudah bisa ditahan, apalagi sekarang painkiller yang diresepkan dokterku sudah habis (dan tidak bisa diperpanjang lagi... takut nanti jadi junkies -- hee hee pinjam istilahnya Emaknya Uut di Indiana)... itupun Ibuprofen (dosis tinggi yang besarnya kayak obat untuk kuda, hahaha) yang bisa di-refill sampe' dua kali tapi blum sempat di-refill sudah saya hentikan.

Sedangkan kondisi "botol" ASI-nya Zahra masih super lecet kodong... tidak jarang saya harus meringis menahan sakit kalo memberi 'makan' Zahra. Ya lumayan dari yang saya baca, banyak Ibu baru yang memberi ASI mengalami infeksi, kelenjar susu yang tersumbat, sampe' kena demam segala. Kalo kasusku, alhamdulillaah... cuma lecet dan agak memar di nipple, syukur-syukur tidak bersamaan yang kanan dan kiri, hehehe. Makanya saya tidak heran kalo banyak ibu yang awalnya berniat memberi ASI eksklusif pada bayi mereka akhirnya harus menyerah pada minggu-minggu pertama karena banyaknya kendala yang dihadapi, terutama first time mother like me. Tapi saya memang sudah bertekad (sambil terus berdoa ke Allah) untuk bisa memberi ASI ke Zahra karena bagaimanapun komplit dan bagus (blum lagi mahalnya!)nya susu formula, tidak ada yang sebagus dan sekomplit ASI. Apa yang di"sedia"kan oleh Allah tentulah yang terbaik dan tidak akan sama dengan buatan manusia.

"Even though many Americans have the mistaken idea that today's infant formulas are nearly identical to human milk and that they are "almost as good as breast milk", that is not true at all. Compared to infant formula, breastmilk is so much better that there is no comparison! God knew what He was doing when He ordained our bodies to produce this amazing substance that makes babies thrive."

[Benefits and wonders of breast milk]

Alhamdulillaah, sampe' sekarang saya diberi Allah kesempatan untuk bisa menyusui Zahra karena ASI-ku cukup lancar dan banyak. Dan yang paling berkesan dari 'pengalaman' menyusui anakku adalah adanya perasaan bahagia yang lain daripada yang lain kalo waktunya memberi Zahra 'makan'. Rasanya setiap tetes ASI yang mengalir ke mulut anakku mewakili setiap detik kebersamaan dengan putriku dan tiap butir kebahagiaanku menjadi ibu... Ah, semoga tetap bisa istiqomah... Amiiiiiin!

Insya Allah, kunjungan rutin berikutnya tanggal 22 Februari nanti...

Sunday, February 11, 2007

Ketemu Grandparents Kearns dan IUC Gathering untuk Zahra

Hari ini hari sibuk (tapi membahagiakan) bagi kami. Pertama, karena hari ini untuk pertamakalinya Zahra bertemu dengan grandma dan grandpa-nya yang datang dari California khusus untuk menjenguk Zahra, cucu mereka yang ke-8. Mereka bawa hadiah jaket cardigan cantik buat Zahra dan juga hoodie warna merah.

Zahra and Grandma Zahra and Grandpa

Kedua, karena beberapa teman yang ada disekitar DC Metro Area dari IUC -- ini merupakan 'kampung virtual'nya orang-orang Indonesia yang menikah dengan warganegara Amerika -- yaitu: Veronica and Steve Burback, The Raithels (Eny, Tom, dan putra mereka Mark) yang datang jauh-jauh dari Delaware, Wita Doyle, Netty, dan Rita bikin lunch party untuk Zahra!!! They're soooo sweet!!! Masing-masing datang dengan membawa masakan Indonesia ... mulai dari appetizers kayak lumpia buatan Netty, trus makanan utama -- Kak Vero bawa gado-gado dan singaporean noodle; ayam goreng ala Netty; Eny bawa nasi uduk, opor ayam, dan perkedel kentang; Wita dengan sayur asam dan sambal terasinya yang ueeennaaak tenan!!! -- dan softdrink serta kue sus (cream puff) buatan Wita dan muffins-nya Rita.

Oh iya, selain bawa makanan, Eny Raithel juga bawa surprise besaaaaaaar!!! Doi tidak mo buka jaket besarnya meski kita sudah ketawa ketiwi di dapur. Usut punya usut, ternyata surprise-nya "disembunyikan" di balik jaket!!! Tadaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! waktu buka jaket kelihatan deh tuh perut yang sudah gede!!! Yup, Eny lagi hamil 7 bulan !!! Curaaang oooyyy (ini "spank" sayang lho?! hee hee)!!! bisa-bisanya doi simpan rahasia sampe' 7 bulan... padahal kami sering chatting lho?! Dasar deh Tante Eny... bisa-bisanya dirimu!!! We're sooooo excited... insya Allah bulan Mei nanti kami bakal ke Delaware deh untuk melihat new baby boy of the Raithels! Whatta surprise!


Makanan utama dan lumpia di meja makan di dapur. Foto ini diambil dari albumnya Grandma-nya Zahra

Pokoknya, kami tinggal terima beres deh... bahkan piring, dan utensils (sendok, garpu, dan pisau) semua sudah mereka siapkan. Cuma minuman khas Teh Kotak Melati yang sempat David belikan malam sebelumnya *thanks, Honey* yang bikin lengkap lunch party kami.

Setelah makan-makan dan cerita (pake' ketawa besaaaaaaar sampe' kering gigi ), tiba waktunya buka kado. Eh iya, tidak cuma bawa makanan... teman-temanku yang tercinta ini juga bawa hadiah buat Zahra... Zahra dapat banyaaaaaaaaaaak hadiah deh... Foto-foto lengkapnya dapat dilihat DISINI.

Veronica-Ita-Netty-Wita-Yaty-Zahra-Eny
Foto-foto setelah buka hadiah... biarpun kami ribut ngobrol dan ketawa-ketawa, Zahra tetap saja adem... maklum doi juga lagi sibuk "makan", hee hee.
Dari kiri ke kanan: Kak Vero, Rita, Netty, Wita, Yaty dan Zahra, serta Eny dengan "surprise"nya.
(Klik gambar untuk melihat lebih jelas)

Buat Kak Vero dan Steve, Eny (beserta keluarga: Tom dan Mark), Wita, Netty, dan Rita yang sudah berbaik hati menyelenggarakan pesta buat Zahra lengkap dengan segala makanan yang yummy serta hadiah-hadiah yang cute buat Zahra, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga. Rasanya terharu... jauh dari kampung halaman dan keluarga besar, tapi saya merasa punya orang-orang disini yang juga peduli dan sayang pada saya... Semoga Tuhan membalas budi baik dan kasih sayang dari temans dengan banyak lagi rasa cinta dan berkah dari-Nya... Amiiiiiiiin!!!

Oh iya, pada hari ini juga jam 6 sore waktu Rockville, di Makassar tanggal 12 Februari 2007 jam 7 pagi, kambing aqiqahnya Zahra dibawa oleh Ibu, Ayah, dan adikku Attong ke Panti Asuhan dekat rumah di Makassar (pas hari ketujuh kelahiran Zahra). Alhamdulillaah, semuanya berjalan lancar, cuma sayang foto yang dikirim Attong lewat sms kecil sekali ukurannya... jadi ndak bisa dipasang di sini. Sebenarnya, dari jauh hari kami merencanakan untuk melaksanakan aqiqah di sini, sekalian syukuran pindah rumah (house warming; yang blum sempat-sempat kami laksanakan sejak pindah dari Alexandria) bahkan sudah menghubungi butcher dan sudah bikin plan apa yang akan kami buat nanti. Tapi ternyata rencana tinggal rencana , karena ternyata saya harus menjalani c-section (yang sama sekali tidak kami perhitungkan sebelumnya), rencana itu harus kami ubah berhubung David tidak mo ambil resiko dengan saya bersibuk-sibuk ria (cuma berdua dengan dia) sementara proses penyembuhanku pasca operasi jauh lebih penting. Akhirnya, kami mengambil inisiatif untuk melaksanakan kurban aqiqahnya Zahra di Makassar saja sekalian menggembirakan anak yatim, insya Allah. Kalopun Allah berkenan, syukuran yang tertunda akan kami laksanakan pada saat yang tepat .

Hari ini rasanya puas sekali rumah kecil kami dapat kunjungan dari keluarga dan sahabat tercinta. Terima kasih ya Allah atas nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami... Alhamdulillaahirabbil'aalamiin...