Wednesday, January 10, 2007

Hari terakhir di minggu ke-35

Beberapa hari terakhir ini waktu berjalan lambaaaaaaaaaaaat sekali ! Tell you the truth, saya maunya tuh minggu ke-37 segera datang... supaya kekhawatiran melahirkan si Junior premie (prematur) bisa saya hilangkan dari pikiran. So, istilahnya... ini menghitung hari untuk sampe' ke minggu ke-37, hehehe. And so far, alhamdulillaah... besok masuk minggu ke-36, usia kandunganku 9 bulan! Dan hari Jumat nanti jadwal ketemu dokter... jadi bisa tahu perkembangan Junior dan bisa memperkirakan kapan kira-kira si baby "siap" untuk melihat dunia, insya Allah!

Well, semuanya boleh dibilang sama selama minggu ke-35. Nothing's really different from the last time I wrote on this journal several days ago. Kaki masih bengkak kalo kelamaan berdiri dan beraktifitas (meskipun kalo diistirahatkan dengan menaikkan, bengkaknya berangsur berkurang); perut makin "drop" alias turun dan yang jelas makin "mancung" ke depan... sampe' kadang main tabrak karena lupa kalo punya perut mancung, hee hee; punggung, panggul dan paha bagian atas sudah mulai sering ngilu dan kram terutama pada malam hari menjelang tidur. Yang agak beda adalah berkurangnya nafsu makanku. Tapi yang jelas, suplemen yang diresepkan dokter sejak minggu ke-5 kehamilanku, Citracal +DHA, tetap rajin saya konsumsi setiap harinya. Juga masih rajin minum jus markisa dan air putih (biarpun bikin frekuensi BAK semakin menggila!) mostly karena udara yang sangat kering... sudah begitu pun bibirku tetap saja kering dan pecah-pecah padahal saya sudah sangat rajin pake' pelembab bibir. Dan sejak beberapa hari lalu David sudah memasang humidifier di kamar tidur yang kayaknya sangat membantu mengatasi keringnya udara terutama pada saat kami terlelap, tapi itu bikin saya kadang keringatan kalo malam. Maklum... sejak hamil suka bussang (= gerah; sumu'; humid) meskipun udara sudah dingin begini. Kebayang deh hamil kalo pas puncaknya musim panas... atau kalo di tanah air yang kadar kelembaban (humiditas)nya sangat tinggi... bakal bakipas trus di'?!)

Paket dari gDiapersOh iya, barang-barang yang kita pesan (online) untuk persiapan menyambut Junior pun sudah mulai berdatangan. Tadi kita terima dua paket: Jamu Habis Bersalin dan gDiapers. Lucu juga cerita di balik jamu ini . Dulu seingatku, kakak-kakakku sempat pake' jamu ini... paling tidak waktu sehabis melahirkan anak pertama. Sampe' disini ndak pernah nyangka bisa dapat dan beli online. Pengalaman dari beberapa teman, seperti Mommy-nya Alexander yang sempat bercerita kalo jamu tersebut membuat dia merasa segar sehabis melahirkan bikin saya jadi mantap cerita ke si Ayah tentang jamu ini... dan tanpa banyak tanya doi langsung deh pesan (thanks, Honey... ya da best! ). Jamu Habis BersalinSelain pil dan beragam jamu, paket ini juga berisi satu botol kecil minyak telon yang nanti mo saya cobakan ke Junior, insya Allah. Nanti deh kalo ke Asian Imports di Falls Church baru beli minyak telon Konicare kalo yang ini sudah habis.

Mengenai Junior aka Baby Z (or Baby H... who knows? never say never ...), meskipun ruang geraknya semakin sempit (apalagi setelah terasa benar dia mulai "drop" menuju jalan lahir), tetap saja gerakannya kadang bikin saya dan Ayahnya menggeleng-geleng (karena sayang... dan takjub, gitu). Permukaan perutku jadi kadang bersegi-segi dan benjol-bejol di"seruduk" si Junior, hehehe. Saya bilang ke David, eh ini sudah drop tapi masih kadang nendangnya sampe' ke rusuk . David menjawab sambil ketawa: "She's my daughter, you know... perhaps she's pretty tall like her grandpa". Di antara keluarganya (yang laki-laki), David memang yang paling pendek. Lihat saja itu kakaknya Z/H, Iman... blum juga 10 tahun tapi tingginya sudah lebih dari 150 cm. Kata orang Makassar: passukki' langi', hehehehe.

Soooo... today's the last day in the 35 weeks of my pregnancy. Alhamdulillaah, so far so good... paling tidak bisa agak lega-an setelah "sport jantung" dengan tanda-tanda prelabor kemarin bikin kita jauh lebih siap karena kayaknya kami berdua memang perlu "shock therapy" untuk bisa bergerak dan siap-siap

Sunday, January 07, 2007

35 minggu: Sibuk sibuk... Siap siap!!!

35 weeks 3 daysWeekend kali ini judulnya "siap-siap menyambut Junior" . Memang, sejak kejadian hari Kamis lalu dengan "mucus plug" -- yang kayaknya jadi 'shock therapy' bagi kami berdua yang bagi orang lain mungkin terlihat "terlalu santai" dengan persiapan menyambut bayi -- kami jadi terkaget-kaget dan langsung deh bergerak cepat mengingat tanda-tanda prelabor makin kelihatan nyata. Apalagi kemarin pagi (6 Januari) waktu bangun tidur, I noticed another discharge... another mucous... and this time was bigger "chunk" than the first one, though it was as the same as before: there's no "bloody show" which is quite relieving. Seperti yang sudah saya ceritakan pada posting sebelumnya, "mucus plug" ini merupakan "sumbat"nya rahim (bentuk rahim memang diibaratkan seperti botol) yang berfungsi sebagai pengaman. Pada saat waktu kelahiran sudah dekat, "sumbat" ini akan terlepas, dan merupakan salah satu tanda prelabor. So, we definitely know that it's coming... very very soon!!!

Graco Spree 521 Travel System, Days of HunnyHari Sabtu (*whew* saking panasnya, tidak berasa kayak winter deh... masa' suhu udara luar sampe' 24 derajat Celcius!!!), kami berdua (weekend kali ini Iman habiskan di rumah Mamanya) ke shopping center untuk membeli carseat yang sebelumnya sudah David browsing lewat internet. Kebetulan pas ada yang theme-nya Classic *Winnie the* Pooh (Pooh Days of Hunny) merek Graco Sungride with EPS plus stroller-nya yang direkomendasikan oleh BabyCenter dan lolos seleksi tes keselamatan untuk carseat bayi. Tapi karena harganya beda jauh dengan kalo beli online, akhirnya kita memutuskan untuk pesan lewat internet saja dan akan diantar ke rumah insya Allah kurang dari seminggu.

Selain itu, kita juga beli (online) Graco Pack 'n Play dengan theme yang sama. Graco Pack 'n Play, Pooh Days of HunnyAwalnya David mo beli bassinet... tapi saya pikir Pack 'n Play ini jauh lebih ekonomis dan bisa dipake' jangka panjang dibanding bassinet (kita memang tidak berniat beli crib... soalnya rencananya si Junior mo saya tidurkan di samping saya, insya Allah). After that, we went to GAP-Baby beli beberapa items yang ada dalam "list" yang blum sempat kami beli, terutama yang akan dibawa ke hospital nanti. *Hiks* jadi dumba'-dumba' (deg-degan) deh kalo ingat labor (melahirkan) dan rumah sakit .

Sampe' di rumah, langsung semua barang-barang si Junior saya cuci dengan deterjen khusus bayi yang sudah dibelikan David sejak beberapa waktu lalu. Oh iya, pada saat packing waktu mo pindah dulu saya sempat lihat ada quilt tua di lemarinya David. Waktu itu saya pikir punyanya Iman... Barang-barang Junior, dan quilt bersejarah punya Ayahternyata setelah saya tanyakan ke David dia bilang itu adalah quilt yang dibuat khusus oleh Grandma Ann (mamanya Mom; yang dipanggil oleh cucu-cucunya "Mao" -- ini ada sejarahnya ) untuk menyambut kelahiran cucu keduanya (David). Wowww!!! Langsung deh, quilt tua (lebih tua dari David!) yang bersejarah itu saya cuci dan seterika dengan hati-hati. Insya Allah akan saya taruh di tempat tidurnya Junior... untuk menemani mimpi-mimpi indahnya si Junior saat lelap .

Semua sudah lengkap meski kita belinya juga tidak banyak-banyak amat, yang penting ada dulu. Soalnya banyak sekali teman yang menyarankan untuk tidak "heboh" beli ini itu dalam jumlah yang banyak karena semuanya akan terpake' dalam jangka waktu yang sangat singkat saja (bayi bertumbuhnya kayak "weed" kata orang sini, hehehe). Makanya barang-barang khusus untuk newborn (0-3 months) kita beli paling banyak setengah lusin (6 buah saja). Tinggal blankies alias selimut dan popok saja yang masih kurang. Makanya, tadi seharian kita shopping lagi deh buat persiapan Junior (tuh kaaaaan... sesuai judul, hehehe). Yang went crazy malah si Ayah nih sampe' di beberapa tempat main borong selimut, some organizers, another bodysuits yang semua tema-nya Classic Pooh. David cerita, dulu waktu Iman lahir dia juga membeli semua barang bayi bertema Classic Pooh plus boneka beruang Winnie the Pooh... dan untuk adéknya Iman dia kasih boneka Tigger! Saya hanya senyum-senyum saja. Saya sih mikirnya bagemana nanti kalo melahirkan... semoga selamat sehat walafiat Bunda dan Junior, insya Allah.

Boneka Tigger untuk Junior... dan suitcase merah siap sedia untuk dibawa ke hospitalTerakhir, packing barang-barang yang akan dibawa ke rumah sakit nanti. It's better to prepare earlier. Saya ingat kakak-kakakku dulu packing-nya jauh-jauh hari sebelum waktu melahirkan. Jadi, begitu waktunya tiba mereka tinggal nenteng tas tanpa perlu sibuk urus ini itu lagi. Sebelumnya, saya bikin list di spreadsheet trus print out dan mengecek ini itu sebelum memasukkannya satu-satu ke dalam suitcase/koper. Satu set pakaian untuk Junior lengkap dengan snowsuit pemberian Grandma-Grandpa-nya (yang kelak akan dipake' pulang dari rumah sakit, insya Allah) juga saya pack rapih dalam plastik.

Daftar barang yang masuk koper yang saya rangkum dari berbagai sumber (siapa tahu bisa berguna bagi para ibu hamil lainnya):

UNTUK BUNDA: KEPERLUAN MELAHIRKAN -- FOR LABOR

  • Birth Plan (printed)
  • Health Insurance Card and hospital paperworks
  • Simple hijabi caps (songkok jilbab... kalo orang Makassar bilang: cipo-cipo)
  • Bathrobe
  • Baju "daster" batik katun yang nyaman (ini kalo ndak mo pake' baju yang disediakan oleh rumah sakit, tapi saya siapkan saja)
  • Sarung (karena rencana mo pake' baju rumah sakit, saya pikir sarung batik akan sangat bermanfaat sebagai "bawahan" atau rok. Sarung batik ini juga pemberian ibuku... jadi seperti keepsake... biar terasa Ibu ada menemaniku, insya Allah. *hiks* jadi rindu Ibuuuuuuu!!!)
  • Slippers (sandal) dan kaos kaki
  • Quran ukuran kecil (ini pemberian Ayah dulu sebelum saya ke sini)
  • iPOD yang sudah kuisi dengan bacaan Quran 114 surah lengkap
  • Nintendo DS (handheld video game) dengan beberapa games dan charger-nya (just in case... ini kalo ada waktu saja)
  • HP dan charger-nya

UNTUK AYAH -- FOR PARTNER

  • Kamera digital + batere AA cadangan
  • Toiletries: sikat gigi, pasta gigi, shampoo, sabun mandi, dst.
  • Sepasang baju ganti (maklum, rumah sakit kita jaraknya tidak dekat dari rumah, jadi David rencana untuk menginap juga)
  • Sajadah kecil
  • Nintendo DS + games + charger
  • HP dan charger

SEHABIS MELAHIRKAN: UNTUK BUNDA -- POSTPARTUM

Saya kurang tahu di sini berapa lama biasanya setelah melahirkan Ibu dan Bayi diperbolehkan pulang. Tapi melihat pengalaman beberapa temans, bila tidak ada komplikasi dan semuanya sehat wal-afiat baik ibu dan bayinya, biasanya nginap di RS cuma sekitar 2 hari (kalo di tanah air kayaknya antara 5-7 hari ya?!). We'll see...

  • Baju batik panjang
  • Hijab/jilbab pendek yang simpel
  • Pakaian dalam (beberapa "nursing bras" dan undies)
  • Breast pads
  • Sanitary pads (katanya disiapkan juga sama rumah sakit, tapi saya juga siapkan untuk jaga-jaga)
  • Sarung
  • Keperluan mandi/toiletries: pasta gigi, sikat gigi, shampoo, sabun mandi, dst
  • Sisir/hairbrush
  • Makeup simpel: pelembab muka (face moisturizer) dan lip gloss
  • Alat pemotong kuku bayi/baby nail clippers
  • Jamu Habis Bersalin (David sudah beli online... he's sooooo sweet!)
  • Satu set pakaian untuk Bunda untuk dipake' pulang ke rumah (siap di-packed dalam plastik)
  • Satu set pakaian untuk Junior dipake' pulang ke rumah (siap di packed dalam plastik)

Alhamdulillaah... semua selesai sebelum malam tiba. David cuma senyam senyum melihat semua barang yang saya sudah pack masuk ke dalam koper. Pas lagi nonton tv berdua, tiba-tiba punggungku (tengah ke bawah) rasanya seperti kram, tapi tidak berlangsung lama. Ouch... tanda lagi kah ini?

Kayaknya Junior tahu kalo Bundanya baru saja habis packing sehingga doi jadi excited . Aduh Nak... sabar... sabar... at least sampe' kita ketemu dokter yang jadwalnya hari Jumat nanti ya? In the mean time, kita lanjut ngaji yuk...

Friday, January 05, 2007

35 weeks... and it's starting...

Dinner at Cafe Asia: Ellin, Dewi, Vero, and YatyJanuary 4th. The first day of my 35 weeks pregnancy. I noticed unusual discharge during "toilet break" when I was having dinner at Café Asia with my friends from IUC (Ellin, Kak Vero, and Dewi). I was like... "what's this?" because for almost nine months, I've never experience this "thing".

Later on, I found out that it was mucus plug which is one of the signs of labor:


* You pass your mucus plug or notice "bloody show."
You may pass your mucus plug — the small amount of thickened mucus that's sealed your cervical canal during the last nine months — if your cervix begins to dilate as you get close to labor. The plug may come out all at once in a lump, or as increased vaginal discharge over the course of several days. The mucus may be tinged with blood (which may be brown, pink, or red), which is why it's referred to as "bloody show."

[Baby Center: Signs of Labor]


Some literatures that I've read say different things about this mucus plug. What to Expect When You're Expecting (this book is kind of my "pregnancy bible") says that there are several prelabor symptoms that we (expectant mother) may notice:

  • Lightening and engagement;
  • Sensations of increasing pressure in the pelvis and rectum;
  • Loss of weight or cessation of weight gain;
  • A change in energy levels;
  • A change in vaginal discharge;
  • Pink, or bloody, show;
  • Loss of the mucous plug;
  • Intensification of Braxton Hicks contractions;
  • Diarrhea.


Loss of the mucous plug. As the cervix begins to thin and open, the "cork" of mucus that seals the opening of the uterus becomes dislodged. This gelatinous chunk of mucus can be passed through vagina a week or two before the first real contractions, or just as labor begins.

[What To Expect When You're Expecting: 3rd Edition, Page 335]

Tell you the truth, it was kinda freak me out... a bit , since my pregnancy has not yet considered as "full term" (37 weeks considered as full term). And since si Ayah was born premie (3 weeks early), I am a bit worried that we're going to have a premie too! Though, at the same time I'm getting so excited... I'm going to be BUNDA and I'm going to hold my precious little one in my arms very very soon! I just hope that everything's going to be just fine. We discussed whether we call Dr. Fauzia or not regarding this... and we decided to wait until our appointment next week. And anyways, the mucus doesn't contain any blood (which they call: bloody show) and hasn't followed by any contractions (not even Braxton Hicks... well, at least until I finished typing this .

Also, this past couple of weeks I found myself "full of energy". I don't have any backpain or feel fatigue anymore. I told David that happens perhaps because of my body is kind of getting used to my "big bump" and for some (odd?) reason, I feel so much fresh (maybe my body's telling me that it's getting ready for the labor?)... alhamdulillaah. And because the mucus plug that passed yesterday, I and David are getting excited and starting to make lists for: packing (to our trip to hospital when the time comes) and my birth plan, getting ready to pre-registered at the Virginia Hospital Center (Women and Infant Health) and register online for hospital tour for expectant parents (hopefully we can go there this coming Sunday, insya Allah).

Still lots of things to be done. I haven't washed Junior's clothes yet, and we still need to shop for some items. David has been browsing the net for car seat (since it's a must item to bring our baby home, insya Allah) and stroller and he told me today that he thinks he might found the right one (he's kinda picky on this, hee hee).

Ouch... guess I just had another Braxton Hicks. Oh my...

Anakku, hang in there... for at least another 2 weeks, ok?! I know you're so excited to meet Bunda and Ayah, and also your Daeng Iman, your grandpa and grandma, kakek dan nenek in Makassar (though we have to wait until Lebaran this coming October, insya Allah), and sooo many people that loooooove you and have been waiting for your arrival... But please... tolong Bunda ya Nak... paling tidak dua minggu lagi...

Wednesday, January 03, 2007

7 perubahan tubuh ibu hamil...

Artikel ini saya dapatkan di majalah BabyCenter edisi Third Trimester (Juni - November 2006) halaman 52-53 yang ditulis oleh Jessie Hartland dengan gaya jenaka lengkap dengan gambar gaya karikatur yang beraneka warna. Judul aslinya: 7 Things to Know About Your Changing Body.

7 hal yang perlu diketahui tentang perubahan tubuh ibu hamil:

  1. Rahim/uterus yang berkembang/membesar menekan semua yang berada di sekitarnya. Tubuh serasa seperti balon yang siap untuk "meletus" karena penuh dengan cairan.
    Sekali lagi, rahim membesar dan yang merambah kemana-mana merupakan "pelaku kejahatan"... karena menghambat nadi utama dan menyebabkan terperangkapnya cairan di kaki dan telapak kaki... alias bikin kaki bengkak dan frekuensi BAK (buang air kecil) jadi gila-gilaan!
    Rahim yang membesar juga menekan paru-paru menyebabkan napas calon ibu jadi pendek (alias cepat po-so, kata orang Makassar, hehehe).
  2. Buah dada menjadi BESAR dan penuh ... sebagai persiapan untuk bayi yang kelaparan. Daerah sekitar puting menjadi berwarna lebih gelap (biar gampang terlihat oleh bayi kali' ye? ). Cairan berwarna kekuningan yang disebut colostrum mulai merembes keluar.
  3. Untuk "melawan" indigestion dan kembung: frekuensi makan lebih sering, porsi makanan lebih kecil, dan jangan memakan makanan yang berminyak/berlemak.
  4. Selama masa kehamilan, hormon relaxanin melemaskan jaringan yang menghubungkan antara tulang panggul (pelvic bones). Hal ini kelak sangat berguna dalam proses melahirkan (memudahkan bayi untuk keluar). Hormon relaxanin ini juga menyebabkan tangan dan tungkai (kaki) menjadi lebih lemas/relaks.
  5. Bayi yang sedang sibuk bertumbuh dalam rahim sangat membutuhkan kalsium... dan bila tidak cukup asupan kalsium maka bayi akan mengambilnya langsung dari persediaan tubuh sang ibu. Jadi, konsumsi lah kalsium paling sedikit 1,000 (seribu) milligram setiap harinya untuk menghindari rapuh tulang (bagi ibu).
    Selain dari suplemen tablet kalsium yang biasanya diberikan dokter untuk ibu hamil, kalsium dapat pula diperoleh dengan mengkonsumsi es krim ( whooohooo!!!), susu, dan keju.
    Kalo suka ikan teri alias mairo, silakan deh di-cambo'... karena ikan jenis ini sangat sangat kaya akan kalsium. Klo saya suka bikin sambal goreng teri kering... tapi sebelum menggoreng, saya mesti buka semua pintu dan jendela di rumah serta memperingatkan David dan Iman, sebelum mereka berdua bilang: "what's that so stinky?". Bah!!!
  6. Jadi pikun alias "pregnancy brain"? (Saya menyebutnya: "amnesia" ). Hal ini kemungkinan disebabkan oleh:
    * perubahan hormon
    * mengkerutnya otak (tenaaaaaaaaaang... ini sifatnya sementara saja *hiks*)
    * kecapékan
    * pikiran dipenuhi segala sesuatu tentang BAYI!
  7. Perbanyak istirahat alias TIDUUUUUUUUR!!! Dan perbanyak mengkonsumsi makanan yang kaya akan choline, seperti: telur, kacang-kacangan, jeruk (dan sebangsanya alias citrus), ikan, dan gandum.
    Aneh ya... kalo di kampung/tanah air ibu hamil dilarang untuk banyak tidur. Katanya bisa bikin si ibu maupun bayinya jadi malas. Ada juga yang beranggapan kalo kebanyakan tidur nanti anaknya jadi besar dan sulit untuk "keluar" pada saat proses persalinan. Wallaahu a'lam. Yang jelas, semua literatur dan buku yang saya baca di sini malah menganjurkan ibu hamil (terutama yang sudah masuk trimester ketiga) untuk memperbanyak tidur dan istirahat karena cuma itu saat yang paling lapang alias longgar untuk istirahat cukup. Jangan harap bisa cukup istirahat dan tidur kalo bayi sudah lahir! begitu katanya.
    Well, di sini semua serba harus dikerjakan sendiri. Tidak ada nenek/tante/adik/kakak/sepupu dst yang bisa membantu mengurus bayi maupun pekerjaan sehari-hari di rumah. Tidur akan jadi sesuatu yang sangat istimewa bila masa super sibuk itu tiba. So, enjoy it while it lasts...

Catatan: Tulisan yang berwarna MERAH merupakan komentarku sendiri dan bukan dari artikel yang saya terjemahkan bebas di atas

Tuesday, January 02, 2007

34 minggu (28 Desember 2006 - 3 Januari 2007)

34 weeks 4 days 34 weeks 4 days

Kunjungan rutin per-dua minggu-an ketiga: Jumat, 29 Desember 2006
Usia gestational: 34 minggu, 1 hari

Ibundanya Z
Berat Badan: 142 lbs atau 64.4 kg. Total kenaikan dari dua minggu lalu sekitar 2.2 lbs atau kurang lebih 1 kg.

Total kenaikan berat badan sebelum hamil (50.35 kg) sampai usia kehamilan 34 minggu 1 hari (64.4 kg) adalah 14.05 kg atau 30.97 lbs.

Pemeriksaan rutin urine (protein dan glukosa): normal.

Tekanan darah: 94/63

Baby Z
Berat badan: kurang lebih 5.6 lbs atau 2.56 kg

Detak jantung rata-rata: 146/menit

Posisi: Kepala sudah berada di bawah (dokter kelihatan senang banget sehabis memeriksa posisi baby Z).

Bunda dan Ayahnya ZKarena padatnya acara kumpul keluarga Kearns, appointment dengan dokter kami minta dimajukan dari jam 4 ke jam 2... soalnya jam 5-6 kita diharapkan sudah berada di rumah Uncle Peter di Ellicott City.

Alhamdulillaah, hasil pemeriksaan secara keseluruhan semua normal dan baik seperti yang diharapkan. Dokter kelihatan tidak khawatir dengan tekanan darahku yang agak rendah dari minggu sebelumnya. Kata beliau, masih dalam kisaran normal. Begitu pula waktu saya laporkan tentang kontraksi palsu yang sejak minggu lalu kerap saya rasakan serta oedema di pergelangan kaki kalo kelamaan berdiri. Beliau cuma tersenyum dan bilang Braxton Hicks itu ibarat "latihan" dan itu tanda yang baik (alhamdulillaah) asalkan tidak diikuti dengan tanda-tanda menjelang melahirkan seperti sakit di panggul yang tak henti, spotting, pecah ketuban yang diikuti dengan rasa sakit karena kontraksi, dst. Sedangkan bengkaknya pergelangan kakiku beliau anggap masih dalam taraf normal karena tekanan darahku yang "normal" (untukku... soalnya memang kisaran tekanan darahku sekitar 90-120). Beliau bilang, ntar kalo menjelang melahirkan tekanan darahku akan naik lagi... so no worries there. Ah, good... alhamdulillaah! . Kunjungan kali ini, dokter juga melakukan Group B streptococcus screening. Moga-moga hasilnya nanti negatif... biar kurang lagi kekhawatiran menjelang melahirkan nanti, insya Allah.

Monitor detak jantung JuniorTrus, seperti biasa detak jantung si Junior juga dimonitor selama kurang lebih 15 menit. Alhamdulillaah, kisaran detak jantungnya normal (120-160 per menit) meski kadang "lompat" juga sampe' batas tertinggi 160 bpm kalo dia bergerak aktif . Setelah 15 menit berakhir dan dokter memeriksa grafik yang ada di monitor diiringi (seperti biasa) senyum manis, beliau memberitahu kami bertiga (kali ini Iman juga ikutan) kalo Junior kami baek-baek saja dan mempersilakan kami untuk ke front desk bikin janji untuk dua minggu mendatang. Tak lupa mengucapkan "Eid Mubarak" kepada ibu dokter dan suaminya serta para asistennya sebelum kami pulang (mereka lebaran Idul Adha-nya mengikut ke Saudi yang jatuhnya tanggal 30 Desember alias besok... sedangkan kami insya Allah mengikuti Badan Fiqh Amerika Utara sesuai dengan perhitungan/hisab yang jatuhnya hari Minggu 31 Desember).

Kunjungan berikutnya, insya Allah usia kandunganku 36 minggu (WOW!!!! 9 bulan bo'!!!), tanggal 12 Januari jam 4 sore.

Wednesday, December 27, 2006

33 minggu (21 - 27 Desember 2006)

Here we go! Minggu ini penuh dengan "kejutan". Untuk pertama kalinya saya merasakan yang namanya "kontraksi palsu" Braxton Hicks. Tidak sakit memang, tapi cukup bikin saya berseru "WOW!!!" pada saat saya dan David lagi antrian mo beli kopi di toko buku waktu mengantar Iman untuk dijemput Mamanya. Otot rahim serasa mengeras dan seperti ada desakan di jalan lahir. Sensasi itu tidak berlangsung lama... hanya sekitar 40 detik saja tapi sungguh sempat bikin saya rada-rada "heboh", maklum pengalaman pertama, hehehehe. Gimana ya dengan teman-teman sesama ibu hamil yang sudah merasakan pengalaman kontraksi palsu ini sejak usia kandungan 5 bulan? Kayak adik iparku yang tinggal di California bilang kalo Braxton Hicks ini dia rasakan sejak usia kehamilannya baru 24 minggu.

33 weeks 2 days 33 weeks 5 days

Kejutan selanjutnya adalah "bengkak"! Hee hee. Kalo di perut sih memang sudah 'bengkak' sejak awal kehamilan . Yang saya maksudkan adalah kaki yang bengkak alias swollen feet atau oedema. Kejadiannya waktu sibuk sibuk kemarin itu... sampe' lupa daratan (ingat lautan, hehehe) kalo lagi hamil dan tidak boleh berdiri dalam waktu lama. Yang bikin saya tidak begitu khawatir adalah karena tanganku tidak ikut ji bengkak. Klo sudah sampe' bengkak seluruhnya (kaki, tangan dan muka) baru deh perlu alert karena itu juga salah satu tanda dari pre-eclamsia atau keracunan kehamilan. Lagipula kalo sudah duduk dan istirahat trus naikkan kaki (sambil dipijit sama suami ), bengkaknya berangsur hilang. Ya besok deh kalo kunjungan rutin dua mingguan ke dokter baru saya laporkan. Moga-moga semuanya normal... insya Allah.

Gerakan si Junior meskipun tetap aktif tapi tidak lagi bikin saya lompat atau terkaget-kaget lagi karena gerakannya yang kadang bikin surprise dengan berputar atau jungkir balik seperti bulan-bulan sebelumnya. Sekarang doi sudah rada kalem, hehehe... paling "menggeliat" saja... ya karena sekarang ruang geraknya sudah sangat terbatas sejalan dengan semakin tuanya usia kandunganku. Tapi jangan tanya kalo soal hiccuping alias cegukan alias sidu'. Frekuensinya makin sering dan sangat kuat. Kasihan juga my baby... meskipun kata buku dan internet cegukan itu bagus untuk bayi, tetap saja rasanya mo bilang "poor my baby!". Kita saja yang adult kalo sidu' rasanya tidak enak... bagemana kalo bayi? hee hee.

Oh iya, banyak yang bilang kalo perutku sudah terlihat agak 'turun'... apa iya ya? Padahal menurut literatur yang saya baca, untuk anak pertama biasanya "drop" ke rongga panggul pada saat 2-3 minggu sebelum waktu kelahiran (due date). Well, setiap kehamilan itu unik... alias berbeda satu orang dengan yang lainnya. Katie (adik iparku) malah perutnya sudah terlihat "drop" banget pada usia kehamilan 33 minggu (seperti usia kehamilanku sekarang ini). Tanggal 8 Februari (due date - perkiraan si Junior lahir dengan perhitungan usia kandungan 40 minggu) masih kurang lebih 6 minggu lagi. Sebenarnya 37 minggu sudah dianggap "full term" alias "cukup bulan" di mana bayi sudah siap sedia hidup di luar rahim. Artinya? Tinggal 4 minggu lagi dong ya?! Hhhmmm... antara excited dan khawatir ...

I'm just hoping that everything's gonna be just fine with me and my baby. And please... keep continue praying for us...